TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40966-Abstract.pdf
Download (635kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40966-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40966-Chapter1.pdf
Download (167kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40966-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (235kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40966-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (143kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40966-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (380kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40966-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (729kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40966-Chapter6.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (87kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40966-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (87kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40966-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (158kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40966-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini membahas Tradisi Cinjo sebagai media rekonsiliasi konflik dalam masyarakat Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Cinjo merupakan tradisi lokal yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua, biasanya dengan cara mengirimkan makanan siap santap, sembako, atau uang tunai saat acara tertentu seperti kegiatan adat, acara keluarga, maupun hari besar keagamaan. Dalam konteks rekonsiliasi konflik, tradisi ini menjadi sarana bagi individu yang sedang berkonflik untuk saling membuka komunikasi dan memperbaiki hubungan melalui praktik pemberian tersebut.rnPenelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teori konflik fungsional dari Lewis Coser sebagai kerangka analisis. Teori ini menekankan bahwa konflik tidak selalu bersifat destruktif, tetapi dapat memperkuat kohesi sosial apabila dikelola secara tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Cinjorntidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghormatan antargenerasi, tetapi juga menjadi medium yang efektif dalam memediasi konflik antarindividu di masyarakat. Tradisi ini masih relevan dan dipraktikkan hingga saat ini, termasuk oleh generasi muda, dengan penyesuaian pada bentuk pemberian.rnSimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Tradisi Cinjo memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai model rekonsiliasi konflik berbasis kearifan lokal yang dapat diterapkan dalam konteks masyarakat yang lebih luas.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM BILQIS FARIDA NUR AFDHILLA |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Cinjo, rekonsiliasi konflik, konflik fungsional, Kearifan lokal. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 20:37 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:25 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/34484 |
