TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39733-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (196kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39733-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (797kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39733-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (97kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39733-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (193kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39733-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (224kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39733-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (597kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39733-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (23kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39733-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (86kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39733-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (384kB)
Abstract
Risiko pada rantai pasok bahan baku dapat memengaruhi kelancaran proses produksi, kualitas produk, serta ketepatan distribusi pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM Pudak Padi Unggul sebagai produsen makanan tradisional khas Gresik menghadapi berbagai potensi risiko pada aktivitas pengadaan bahan baku sagu batangan hingga distribusi produk pudak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian risiko (risk event), penyebab risiko (risk agent), serta menentukan prioritas strategi pengendalian risiko pada rantai pasok bahan baku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah House of Risk (HOR) sebagai metode utama dan Best Worst Method (BWM) sebagai metode tambahan dalam pembobotan kriteria tindakan mitigasi. HOR fase 1 digunakan untuk mengidentifikasi dan menentukan prioritas sumber risiko berdasarkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP), sedangkan HOR fase 2 digunakan untuk menentukan prioritas tindakan mitigasi berdasarkan nilai Effectiveness to Difficulty Ratio (ETD). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 risk event dan 11 risk agent pada rantai pasok UMKM Pudak Padi Unggul. Tiga penyebab risiko dengan nilai ARP tertinggi adalah UMKM belum memiliki sistem administrasi dan pengendalian operasional yang terdokumentasi secara formal (A11) sebesar 1215, tidak adanya standar takaran bahan baku dan waktu pemasakan yang terdokumentasi (A6) sebesar 1056, dan produk yang lebih lama tidak diprioritaskan untuk dijual terlebih dahulu (A10) sebesar 1008. Hasil HOR fase 2 menunjukkan bahwa tindakan mitigasi prioritas utama adalah Penerapan sistem First In First Out (FIFO) melalui pelabelan tanggal produksi dan penataan produk berdasarkan urutan waktu produksi (PA3) dengan nilai ETD sebesar 6081. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi strategi pengendalian risiko yang dapat membantu UMKM meningkatkan efektivitas pengelolaan rantai pasok bahan baku secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALFA SHOBRINA AZKA |
| Department | Industri |
| Uncontrolled Keywords | Rantai Pasok, manajemen risiko, House of Risk, Best worst method, UMKM Pudak |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Industri |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 23:09 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29131 |
