TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11756-130541100009_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (304kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11756-130541100009_cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (675kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11756-130541100009_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (236kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11756-130541100009_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (68kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11756-130541100009_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (29kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11756-130541100009_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (635kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11756-130541100009_Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (64kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11756-130541100009_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (16kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11756-130541100009_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (148kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11756-130541100009_Appendix.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Inferioritas mahasiswa asal Madura di Universitas Trunojoyo Madura. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Subjek penelitian adalah tiga mahasiswa asal Madura (ID, RE, dan SA) yang ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Metode pengambilan data menggunakan wawancara semi terstruktur. teknik analisis data yang digunakan adalah Miles and Huberman dengan triangulasi sumber dan triangulasi waktu sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inferioritas mahasiswa asal Madura terjadi karena adanya stereotype negatif tentang orang Madura. Inferioritas mahasiswa asal Madura dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu: pertama, perasaan takut yang ditunjukkan ketika mahasiswa asal Madura memikirkan pendapat orang tentang dirinya yang sebagai orang Madura dan merasa khawatir ketika ada yang mengetahui bahwa dirinya berasal dari Madura. Kedua, ragu-ragu terhadap kemampuan dirinya dalam berkomunikasi, logat bahasa yang kaku menjadikan mereka merasa ragu untuk menggunakan bahasa Indonesia sehingga mereka mempelajari bahasa Jawa agar tidak terlihat seperti orang Madura. Ketiga, perasaan tidak aman jika diketahui seorang mahasiswa asal Madura akan menjadi ejekan atau bahkan cemoohan sehingga merasa tidak nyaman berada dalam lingkungan sosial tersebut. Keempat, perasaan malu jika mengakui dirinya berasal dari Madura karena orang Madura terkenal kaku, kasar, carok, terkenal dengan santet dan cara berpakaiannya yang norak. Kelima, perasaan pengecut karena tidak mengakui identitas kemaduraannya. Keenam, kebutuhan meningkat akan dukungan sosial. Adanya kebutuhan untuk diterima di lingkungan sosial menjadikan mahasiswa asal Madura mengikuti pola-pola atau kebiasaan dari lingkungan tersebut dengan harapan bisa diterima, di samping itu mahasiswa asal Madura mendapatkan dukungan dari orangtua dan teman terdekat untuk tidak menunjukkan dirinya sebagai orang Madura. Ketujuh, ketaatan submisif ditunjukkan ketika mereka patuh terhadap apa yang dilakukan oleh kelompok sosialnya dan merasa kesal jika ada yang menjelek-jelekkan orang Madura akan tetapi mereka tidak memiliki keinginan untuk menjelaskan bahwa orang Madura tidak seperti yang distereotipkan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DIENI KAMILA |
| Department | Psikologi |
| Uncontrolled Keywords | Inferiortas ; Mahasiswa asal Madura ; Stereotype |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Psikologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 14:59 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:16 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/27207 |
