TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36575-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (130kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36575-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (548kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36575-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (248kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36575-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (202kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36575-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (249kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36575-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (557kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36575-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (383kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36575-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (130kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36575-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (259kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36575-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (607kB)
Abstract
Penelitian ini di latarbelakangi oleh tingginya kahutla yang mencapai 6,4 juta hectar hutan hilang. Dengan begitu, strategi kampanye ekologi terus dikembangkan melalui berbagai cara, salah satunya lewat tayangan Youtube. Tujuan penelitian ini adalah memahami bagaimana khalayak memandang dan menafsirkan pesan yang disampaikan dalam tayangan "Apa Jadinya Jika Tidak Ada Hutan di Dunia" pada platform YouTube, kanal ”Kok Bisa?”. Dikelompokkan berdasarkan teori decoding milik Stuart Hall yaitu Dominan/Hegemonik, Negosiasi dan Oposisional. Subjek penelitian ini adalah 6 informan, berusia 16-64 tahun yang merupakan pengguna aktif YouTube. Cenderung paham mengenai isu lingkungan. Kemudian informan juga adalah individu yang menonton dan berinteraksi pada tayangan "Apa Jadinya Jika Tidak Ada Hutan Di Dunia" dalam platform YouTube. Hasilnya menunjukkan temuan sebanyak 4 infroman berada pada posisi dominan/hegemonic yang artinya mereka menganggap tayangan berhasil sebagai kampanye ekologi, 2 informan pada posisi negosiasi yang artinya mereka tidak sepenuhnya menerima tayangan namun memiliki kritik terhadap tayangan sehingga tayangan dianggap kurang detail sebagai kampanye ekologi. Tidak ada informan yang masuk ke dalam posisi oposisional. Namun dalam komentar tayangan, beberapa menyanggah dengan menganggap tayangan ini konyol karena manusia akan selalu membutuhkan kayu dari pohon di hutan untuk keperluan sehari-hari seperti furniture. Tayangan ini juga dianggap berlebihan karena menurut pengetahuan mereka, penyumbang oksigen terbesar lebih dari 50% di dunia adalah fitoplanton yang berasal dari lautan dan bukan hutan. Sehingga manusia tidak akan sesak nafas karena hilangnya hutan. Secara garis besar, tayangan ini berhasil dalam menyampaikan pesan kampanye pentingnya menjaga hutan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AYUNING FITRIYA WULANDARI |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Ekologi, Kampanye, Resepsi, Youtube/Campaign, Ecology, Reception, Youtube |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 22:13 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:03 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/16988 |
