TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36369-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (53kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36369-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36369-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (53kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36369-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (130kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36369-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (123kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36369-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (807kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36369-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (270kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36369-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (38kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36369-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (99kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36369-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara masyarakat Desa Plandaan melestarikan tradisi Tingkeban serta alasan di balik pelestariannya. Masyarakat Jawa dikenal dengan kekayaan tradisi dan adat istiadat yang senantiasa dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai upacara adat, masing-masing dengan makna yang unik, seringkali mencakup ritual selamatan. Beberapa jenis selamatan yang umum dikenal dalam budaya Jawa meliputi tingkeban, babaran, sepasaran, selapanan, turun tanah, sunatan, pernikahan, dan kematian. Di Desa Plandaan dan sekitarnya, Tingkeban menonjol sebagai salah satu tradisi yang paling terkenal. Dalam kajian sosial dan budaya, tingkeban dan ritus serupa dianggap sebagai bentuk inisiasi yang berperan dalam mengurangi kecemasan, terutama bagi calon orang tua, terkait harapan mereka selama masa kehamilan, persalinan, dan saat menyambut kelahiran anak. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan kerangka Teori Interaksionisme Simbolik. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, melibatkan sembilan partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data yang dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keakuratan temuan, keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Penelitian ini merujuk pada teori Interaksionisme Simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer, yang terdiri dari tiga premis utama. Pertama, manusia bertindak berdasarkan makna yang mereka berikan pada berbagai hal. Kedua, makna tersebut terbentuk melalui interaksi sosial antara individu dan orang lain. Ketiga, makna ini dapat berubah tergantung pada interpretasi individu terhadap situasi yang dihadapinya, dengan penekanan pada alasan-alasan yang mendasari tindakan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Plandaan berkomitmen untuk melestarikan adat tingkeban dengan mewariskan tradisi ini kepada generasi yang akan datang dan menjaga keberlangsungannya selama momen-momen penting. Alasan di balik upaya mereka mempertahankan ritual tingkeban tujuh bulan kehamilan mencakup rasa empati, kebanggaan, dan amanah yang diwariskan oleh nenek moyang, yang dirasakan sebagai tanggung jawab untuk terus dipelihara.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AGTYSIA ZACHRA FAREYKA |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Pelestarian; Tradisi atau Adat; TINGKEBAN tujuh bulan Kehamilan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 19:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/16143 |
