TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35871-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (224kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35871-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35871-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (239kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35871-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (286kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35871-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (300kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35871-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (324kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35871-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35871-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (145kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35871-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (189kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35871-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
Abstract
Penelitian ini menganalisis bagaimana media televisi, khususnya TV One dan Metro TV, membingkai isu dinasti politik di Indonesia melalui pemberitaan mereka. Dinasti politik, yang merujuk pada praktik pewarisan kekuasaan secara turun-temurun dalam satu keluarga, menjadi isu krusial yang memengaruhi kualitas demokrasi dan partisipasi politik publik. Dalam konteks ini media tidak hanya menjadi saluran informasi, tetapi juga aktor kunci dalam membentuk persepsi publik melalui proses framing. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Robert N. Entman, penelitian ini menggali struktur pemberitaan dari dua media televisi tersebut, terutama pada periode kampanye Pemilu 2024. Penelitian ini menyoroti perbedaan signifikan dalam narasi yang dibangun oleh TV One dan Metro TV, baik dalam pemilihan isu, penekanan informasi, atribusi penyebab, maupun solusi yang ditawarkan kepada publik. Hasil temuan menunjukkan bahwa framing oleh kedua media tidak hanya mencerminkan kecenderungan editorial, tetapi juga dipengaruhi oleh afiliasi kepemilikan media yang berkelindan dengan kepentingan politik. TV One cenderung menampilkan isu dinasti politik dalam bingkai kritis yang mempermasalahkan konsentrasi kekuasaan dalam keluarga politik, sementara Metro TV lebih menekankan pada konteks hukum dan HAM, serta menyuguhkan narasi yang lebih lunak terhadap pelaku politik dinasti. Perbedaan ini memperlihatkan bagaimana kepemilikan media dan agenda politik dapat mempengaruhi isi pemberitaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media memainkan peran penting dalam memproduksi wacana politik dan dalam membentuk struktur opini publik. Oleh karena itu, pemahaman tentang mekanisme framing sangat penting dalam menilai objektivitas media dan kesehatan demokrasi. Kajian ini memberikan kontribusi pada studi komunikasi politik dan media di Indonesia, serta menawarkan panduan etis bagi jurnalisme dalam peliputan isu-isu politik yang sensitif.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANIS |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Dinasti Politik; Framing Media; Pemberitaan Televisi |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 12:00 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:00 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/14284 |
