TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8068-110531100055_ABSTRACT_TOC.pdf
Download (176kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8068-110531100055_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (936kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8068-110531100055_CHAPTER 1.pdf
Download (181kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8068-110531100055_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (266kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8068-110531100055_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (189kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8068-110531100055_CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (620kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8068-110531100055_CHAPTER 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (315kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8068-110531100055_CHAPTER 6.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (93kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8068-110531100055_REFERENCCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8kB)
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui proses komunikasi interpersonal pengasuh terhadap pembentukan karakter anak panti asuhan dan bagaimana peran seorang pengasuh untuk menjadi seseorang yang bisa dianggap orang tua oleh anak panti asuhan. Subjek dari penelitian ini adalah anak panti dan pengasuh dengan karakteristik tertentu yang sudah ditetapkan.
Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih ialah anak yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda yaitu anak yatim, yatim piatu, dhu’afa, dan broken home berdasarkan tingkatan sekolahnya juga, penulis mencari subyek dari tingkatan SD sampai kuliah. penelitian ini menggunakan analisis data dengan menggunakan metode deskriptif yang bersifat kualitatif. Sugiyono mengatakan penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi). Teknik keabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa anak panti asuhan ternyata tidak menganggap pengasuh tersebut seperti orang tuanya tetapi jika anak panti asuhan mengalami masalah, mereka selalu bercerita kepada pengasuh bukan kepada pengurus panti. Pada saat itulah terjadi komunikasi interpersonal erat karena pada saat itu biasanya anak panti asuhan menceritakan semuanya secara jujur, pengasuh lah yang menjadi tempat mengaduh mereka sekaligus orang yang berperan penting sebagai pemecah masalah yang mereka hadapi. Selain itu ternyata anak panti asuhan tidak boleh ikut organisasi apa pun di sekolah, pihak panti lebih mengutamakan mereka untuk membantu pekerjaan panti seperti menjaga toko atau memelihara lele yang merupakan usaha pihak panti. Panti yang berbasis keagaaman ini jelas melakukan pengkaderan, hal itu bisa dilihat bahwa anak panti harus mengikuti aturan islam secara Muhammdiyah.
Kata Kunci : Proses Komunikasi, Komunikasi Interpersonal, Anak Panti, Pengasuh Panti
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SOFYAN |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Proses Komunikasi ; Komunikasi Interpersonal ; Anak Panti ; Pengasuh Panti / Process Communication ; Interpersonal Communication ; Child Nursing ; Nursing Caregiver |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 23:50 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:56 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/11301 |
