PRAKTIK PEMALAKAN TUNJANGAN HARI RAYA SEBAGAI TINDAK PIDANA PEMERASAN DI INDONESIA

Heniatul, Heni (2025) PRAKTIK PEMALAKAN TUNJANGAN HARI RAYA SEBAGAI TINDAK PIDANA PEMERASAN DI INDONESIA. Other thesis, Universitas Trunodjoyo Madura.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Abstract.pdf] Text
Abstract.pdf

Download (127kB)
[thumbnail of Chapter1.pdf] Text
Chapter1.pdf

Download (270kB)
[thumbnail of References.pdf] Text
References.pdf

Download (176kB)
Official URL: https://library.trunojoyo.ac.id/

Abstract

Fenomena pemalakan Tunjangan Hari Raya (THR) yang dilakukan oleh oknum tertentu, seringkali berkedok organisasi kemasyarakatan (Ormas), menimbulkan problematika hukum yang krusial. Meskipun istilah “pemalakan” tidak disebutkan secara eksplisit dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), secara substansi tindakan tersebut mengandung unsur pemaksaan dan ancaman sehingga menimbulkan kerugian bagi korban, baik berupa kerugian ekonomi maupun hilangnya rasa aman. Permasalahan hukum yang muncul adalah apakah praktik pemalakan THR dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana
pemerasan menurut KUHP, serta bagaimana relevansinya dengan KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023) yang memberikan perumusan lebih sistematis terhadap pemerasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach. Metode analisa bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan metode preskriptif untuk memberikan argumentasi hukum terhadap isu yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa praktik pemalakan THR pada dasarnya memenuhi unsur-unsur Pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan, meskipun istilah “pemalakan” tidak diatur secara eksplisit. Dari segi praktik, pemalakan merupakan salah satu bentuk pemerasan dengan modus
operandi yang khas, baik melalui ancaman fisik maupun ancaman non-fisik. Lebih lanjut, KUHP baru melalui Pasal 482 memperjelas terminologi dan memperluas cakupan tindak pidana pemerasan, sehingga lebih relevan dalam menjerat praktik pemalakan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan urgensi penafsiran ekstensif oleh aparat penegak hukum demi memberikan perlindungan efektif
terhadap korban sekaligus menjamin kepastian hukum.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faklutas Hukum
Depositing User: Tn Bondhan Endriawan
Date Deposited: 09 Feb 2026 08:58
Last Modified: 09 Feb 2026 08:58
URI: http://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/55

Actions (login required)

View Item
View Item