TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25262-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25262-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25262-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25262-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25262-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25262-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25262-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25262-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25262-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Pemakaian bahasa dalam interaksi sosial bervariasi mengingat masyarakat penutur dan kepentingan pemakaian yang beragam. Dalam kelompok sosial tertentu, biasanya ada kesepakatan untuk membedakan ragam bahasa menjadi ragam bahasa tinggi (T) dan ragam bahasa rendah (R) yang dikenal dengan isilah diglosia. Fenomena diglosia sering terjadi terutama pada masyarakat yang biligual ataupun multilingual, termasuk yang terjadi pada masyarakat desa Tanjung jati, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Perbedaan penggunaan bahasa dalam berbagai situasi di desa tersebut sangat menarik untuk diteliti lebih jauh terkait fenomena diglosia yang terjadi di desa tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fenomena diglosia dalam bahasa keseharian masyarakat Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data penelitian ini berupa tuturan dan variasi bahasa dalam bahasa keseharian masyarakat Desa Tanjung Jati di daerah pesisir yang ditinjau dari enam ranah, yaitu ranah keluarga, ketetanggaan, pergaulan, transaksi jual beli, keagamaan, dan pendidikan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan metode padan dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) serta teknik lanjutan Hubung Banding Menyamakan (HBS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia menjadi ragam tinggi karena digunakan pada situasi formal seperti pada ranah keagamaan dan pendidikan, sedangkan bahasa Madura dan bahasa Jawa menjadi ragam rendah karena digunakan di situasi semiformal dan nonformal seperti pada ranah kekeluargaan, ketetanggan, pergaulan, dan transaksi jual beli. Namun, kedudukan bahasa Indonesia juga menjadi ragam rendah saat digunakan di situasi semiformal dan nonformal seperti pada ranah kekeluargaan, ketetanggan, pergaulan, transaksi jual beli, dan pendidikan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SALSABILA MOHTAR |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | diglosia; bilingualisme; bahasa keseharian |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 20:22 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:54 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/9942 |
