TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25231-180111100212_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (49kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25231-180111100212_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (534kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25231-180111100212_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (197kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25231-180111100212_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (207kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25231-180111100212_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (678kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25231-180111100212_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (39kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25231-180111100212_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (156kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25231-180111100212_Appandices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (539kB)
Abstract
ABSTRAKrnSalah satu karya intelektual yang ada di Indonesia adalah batik yang merupakan karya seni warisan leluhur bangsa Indonesia yang dikagumi dunia. Batik yang saat ini cukup terkenal adalah batik yang berasal dari Lamongan yaitu batik Sendangduwur yang merupakan batik bersejarah dimana motifnya adalah seni budaya warisan leluhur yang memiliki arti tersendiri. Dalam kekayaan intelektual, batik dapat masuk dalam katerogi Indikasi Geografis terkait pengakuan terhadap suatu daerah yang mempunyai hasil/produk karena faktor geografis (faktor manusia) yang mempunyai karakteristik khas dari daerah tersebut. Perlindungan Indikasi Geografis memungkinkan Batik Sendangduwur sebagai ciri khas Desa Sendangduwur untuk dilindungi agar tidak ada pihak lain yang dapat memperoleh Hak Kekayan Intelektual yang ada di desa tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana bekerjanya hukum di masyarakat. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif digabungkan dengan pendekatan fakta dan pendekatan perundang-undangan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa batik Sendangduwur Lamongan termasuk dalam kategori Indikasi Geografis karena telah memenuhi unsur-unsur dalam pengertian Indikasi Geografis, namun batik Sendangduwur tidak dapat didaftarkan pada perlindungan Indikasi geografis karena persyaratan pada Dokumen Deskripsi Indikasi Geografis batik Sendangduwur belum terpenuhi. Akan tetapi batik Sendangduwur dapat dicatatkan pada Data Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), dimana Inventarisasi Data KIK hanya bersifat pencatatan untuk perlindungan defensif. Pengrajin dan Pemerintahan Desa Sendangduwur tidak mengenal keberadaan perlindungan indikasi geografis. Mereka lebih cenderung akrab dengan istilah HKI seperti Hak Cipta dan Hak Merek. Penyebabnya adalah kurangnya perhatian dan sosialiasi yang dilakukan oleh pemerintah, baik itu Pemerintahan Desa Sendangduwur ataupun Pemerintahan Kabupaten Lamongan.rnKata kunci: Kekayaan Intelektual, Potensi Indikasi Geografis, Batik.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AINIYATUL HIKMAH |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Kekayaan Intelektual, Potensi Indikasi Geografis, Batik. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 20:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:54 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/9820 |
