TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25105-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (200kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25105-Cover .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25105-CHAPTER I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (128kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25105-CHAPTER II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (256kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25105-CHAPTER III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (251kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25105-CHAPTER IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (414kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25105-CHAPTER V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (119kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25105-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (193kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25105-APPENDIX.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
Abstract
Nisac, F. 18.05.111.000.14. Analisis Tindak Tutur pada Pidato Presiden Joko Widodo tentang “Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)”, Skripsi, Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura. Pembimbing: Misnadin, S.S., M.A., Ph.D.rnPada tanggal 1 juli 2021, Presiden Joko Widodo memberikan pidato di channel Youtube tentang “Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)” di Indonesia, khususnya di Jawa dan Bali. Dari pidato tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti tindak tutur dalam pidato Joko Widodo menggunakan teori Searle (1979). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tindak ilokusi dan menjelaskan pengaruh perlokusi dalam pidato-pidato Joko Widodo tentang “Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah dari tuturan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam pidato-pidatonya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa jenis tindak ilokusi yang digunakan oleh Joko Widodo dalam pidatonya, yaitu Asertif (20), Direktif (9), Ekspresif (9) Komisif (4), dan Deklaratif (0). Selanjutnya, ada tiga efek tindak perlokusi dalam pidato Joko Widodo, yaitu meginformasikan,menyapa,dan meminta. Yang pertama adalah menginformasikan menunjukkan frekuensi tertinggi. Efek tindakan perlokusi dari menginformasikan adalah pendengar atau audiens dapat bekerja sama dengan Joko Widodo, terutama untuk mencegah penyebaran Covid 19 yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. Yang kedua adalah menyapa. Dalam sambutannya, Joko Widodo menggunakan sapaan dalam berbagai agama. Efek tindakan perlokusi dari sapaan adalah agar pendengar atau pendengar saling menghormati. Yang ketiga adalahmeminta. Efek tindakan perlokusi meminta pendengar atau khalayak pada umumnya tetap tenang dan waspada dalam mematuhi ketentuan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan dan mendukung kerja pemerintah dan relawan untuk bersatu dalam menghadapi pandemi Covid 19.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FADLUN NISAC |
| Department | Sastra Inggris |
| Uncontrolled Keywords | Speech Act, Illocutionary Act, Perlocutionary Act. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sastra Inggris |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 18:54 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:53 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/9366 |
