TRUNOJOYO-KP-25099-180311100079-LAPORAN PKL_ANNISA DITA VALENSIA_180311100079_AGROTEKNOLOGI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Pada usaha untuk meningkatkan produksi tanaman masih terdapat kendala
utama yang sering terjadi yaitu masalah hama. Terdapat beberapa cara yang dapat
dilakukan untuk mengendalikan hama. Salah satunya dengan pengendalian yang
cukup efektif, aman untuk lingkungan dan juga sesuai dengan konsep
pengendalian hama terpadu (PHT). Dalam hal itu, patogen serangga merupakan
agens yang cukup potensial.
Hama adalah organisme yang menginfeksi tanaman dan merusaknya
sehingga mengakibatkan penurunan hasil pertanian, perkebunan maupun
sayursayuran. Infeksi hama dan penyakit secara meluas dapat menimbulkan
kerugian yang besar. Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya pemberantasan
hama .
Sampai saat ini banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa
terdapat agens hayati yang berada didalam tanah sebagai pengendali biopestisida.
Salah satu agens hayati untuk mengendalikan tanaman yang dapat ditemukan
didalam tanah adalah nematoda entomopatogen (NEP). Sebagian besar
masyarakat belum mengetahui bahwa nematoda entomopatogen terdapat didalam
tanah dan dapat diambil dengan teknik sederhana, sehingga dapat dimanfaatkan
sebagai agens pengendali hayati serta dikembangkan sebagai biopestisida. Jika
nematoda entomo patogen ini dikembangkan dengan baik secara home industri
ataupun secara skala besar sebagai biopestisida maka dapat menjadi peluang kerja
untuk masyarakat di Indonesia (Borroe et al., 1982).
Nematoda adalah salah satu mikroorganisme berbentuk cacing dengan
ukuran 700-1200 mikron dan berada di dalam tanah. Di antara nematoda yang
terdapat di dalam tanah beberapa bersifat hidup bebas (non parasit), nematoda untuk mengendalikan serangga hama pada tanaman pangan, perkebunan, rumput
lapangan golf dan tanaman hortikultura. Kehidupan mikroorganisme tanah
bergantung pada habitatnya karena keberadaannya dan kelimpahan
mikroorganisme disuatu daerah ditentukan oleh kondisi daerah tersebut. NEP
hidup di tanah dengan spesifikasi tekstur tanah, kelembapan, intensitas cahaya dan
bahan organik yang sesuai. Hasil penelitian (Chaerani et al. 2007) menunjukkan
bahwa NEP ditemukan pada tanah yang memiliki karakteristik tekstur tanah
berpasir dan kelembapan tanah yang tinggi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANNISA DITA VALENSIA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | ULAT GRAYAK; BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 18:51 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:53 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/9343 |
