TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34372-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (672kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34372-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34372-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (572kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34372-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (846kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34372-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34372-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34372-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (406kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34372-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (500kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34372-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) merupakan tumbuhan yang sangat umum dikenal di Indonesia, bahkan di dunia. Temulawak adalah tumbuhan asli di pulau Jawa, Madura dan Maluku dan telah banyak di budidayakan di Indonesia, Malaysia, Thailand, Philipina dan India. Temulawak termasuk ke dalam genus curcuma. Peningkatan harga jual temulawak dapat dilakukan dengan cara melakukan pengolahan yaitu dengan cara teknologi enkapsulasi. Enkapsulasi merupakan metode atau strategi yang digunakan untuk melindungi inti atau bahan dasar, yang biasanya berupa larutan atau cairan, dan kemudian diubah menjadi bentuk padat agar lebih mudah dan praktis dalam penanganannya serta untuk mencegah hilangnya rasa atau flavor dari bahan tersebut. Enkapsulasi dapat menggunakan berbagai jenis enkapsulan, seperti keragenan. Karagenan merupakan senyawa yang termasuk kelompok polisakarida galaktosa hasil ekstraksi dari rumput laut. Polisakarida tersebut digunakan dalam industri pangan karena fungsi karakteristiknya yang dapat mengendalikan kandungan air dalam bahan pangan utamanya, mengendalikan tekstur, dan menstabilkan makanan. Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin spray drying. Pengeringan sembur (spray drying) merupakan sebuah metode untuk memproses umpan yang berada pada fase likuid, baik itu partikelnya dalam bentuk suspensi maupun koloid, dengan cara mengabutkan cairan tersebut sehingga tercipta butiran-butiran halus yang kemudian mengering menjadi partikel. Pengujian yang dilakukan yaitu uji antioksidan, uji flavanoid, uji curcumin dan uji granula. Kemudian analisis permukaan respon/respon surface analysis. Nilai optimum variabel bebas pada pembuatan ekstrak temulawak menggunakan jenis penyalut keragenan diperoleh pada variasi laju pengumpan sebesar 30 ml/menit, massa enkapsulan sebesar 3,2 g dan suhu inlet sebesar 170 oC. Nilai optimum variabel terikat antioksidan sebesar 0.236 %, flavonoid sebesar 0.006 %, curcumin sebesar 0.438667 dan granula sebesar 6.33 µm.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FADHLIL ALIM |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Enkapsulasi; Keragenan; Optimasi; Spray Dryer; Temulawak |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 18:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:53 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/9333 |
