TRUNOJOYO-KP-25094-190341100014-Taufik Budiman#190341100014#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Wilayah Indonesia secara geografi terletak pada posisi strategis yang menjadi pusat
lalu lintas maritim antar benua. Indonesia juga berdaulat atas laut wilayahnya meliputi ;
perairan pedalaman, perairan nusantara, dan laut teritorial. Indonesia juga memiliki hak-
hak berdaulat dan kewenangan tertentu, seperti Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia
(ZEEI) sejauh 200 mil, dimana Indonesia memiki hak-hak berdaulat atas kekayaan alam
(perikanan), kewenangan dalam memelihara laut, mengatur dan mengizinkan penelitian
ilmiah, pemberian izin pembanguan di pulau-pulau buatan, dan lain sebagainya. Potensi
Indonesia terhadap sumber daya alamnya yang melimpah, tidak hanya dalam bidang
perikanan dan bidang transportasi, melainkan sumberdaya, mineral yang dapat
dikembangkan dan menggairahkan ialah air laut dalam (deep ocean water). Air laut
dalam ialah air di kedalaman 200 m yang dapat digunakan sebagai bahan baku
perikanan, kosmetik,dan air mineral, serta kebutuhan pokok masyarakat seperti garam
(Lasabuda, 2013).
Garam ialah suatu bahan yang penting untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dan
harganya murah. Garam ialah salah satu kebutuhan sebagai pelengkap dari kebutuhan
pangan dan sumber elektrolit bagi masyarakat. Penggunaan garam pada umumnya
sebagai bahan pangan dan bahan pembantu industri. Penggunaan garam pada umumnya
sebagai bahan pangan dan bahan penolong industri. Indonesia sebagai negara maritim
berpotensi sebagai penghasil garam beryodium, karena memiliki luas laut 70 persen dari
luas wilayah yang dimililki dan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah
Kanada (Yansa, et al., tanpa tahun).
Proses pembuatan garam dapat dilakukan dengan beberapa kelompok berdasarkan
perbedaan kandungan NaCl-nya sebagai unsur utama. Prosesnya antara lain penguapan
dengan sinar matahari, penguapan dengan tenaga bahan bakar suatu evaporator dan
kristalisasi garamnya dalam suatu crytallizer, pemisahan elektrokimia larutan garam
dengan proses elektrolisa, lalu dikristalisasi dengan crystallizer. Proses pembuatan
garam di negara tropis, seperti Indonesia umumnya dilakukan dengan menguapkan air
laut dengan bantuan sinar matahari. Proses yang demikian sangat mudah dilakukan dan mengingat biaya operasionalnya yang murah. Selain itu, pada penggunaan lahan garam
dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pembuatan garam perlu diperhatikan, salah
satunya laju penguapan. Laju penguapan bergantung pada kelembapan udara, kecepatan
angin, dan laju energi matahari (Wilarso, 1996 dalam Leokristi et al., 2013).
Kebutuhan akan garam di Indonesia sangat tinggi. Menurut data KKP (2014) pada
tahun 2014 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia
menargetkan produksi garam sebesar 3,3 juta ton, namun kebutuhan garam konsumsi
per-tahunnya hanya 1,5 juta ton. Sebesar 1,8 juta ton garam belum terpenuhi oleh
produksi garam dalam negeri. Garam-garam tersebut tidak seluruhnya berjenis garam
konsumsi, melainkan terdapat garam industri yang semakin lama, kebutuhannya
semakin meningkat. Oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk mengalihkan sebagian
produksi garam rakyat dari garam konsumsi menjadi garam untuk kebutuhan industri,
dengan cara meningkatkan kualitas garam (Bramawanto et al., 2015). Menurut
Bramawanto et al., (2015) beberapa penerapan teknologi untuk meningkatkan kualitas
garam antara lain pengunaan ramsol, pengunaan geomembran atau terpal sebagai
dasaran meja kristalisasi, dan penerapan teknologi ulir yang disempurnakan menjadi
teknologi ulir filter (TUF). Prinsip utama dalam teknik pembuatan garam pada umumnya
ialah dengan penguapan air laut oleh sinar matahari (evaporasi) yang dialirkan melalui
petak-petak berseri dalam proses penuaan air laut. Sehingga dalam penerapannya,
diperlukan keterampilan tentang proses pengelolaan air laut (tata aliran air) dan
pengelolaan lahan garam.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM TAUFIK BUDIMAN |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | GARAM |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 18:48 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:53 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/9324 |
