TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25076-180111100308_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (212kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25076-180111100308_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (713kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25076-180111100308_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (447kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25076-180111100308_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (464kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25076-180111100308_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (494kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25076-180111100308_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (317kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25076-180111100308_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (420kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25076-180111100308_Appandices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
ABSTRAK Indonesia kaya dengan berbagai macam suku atau etnis secara otomatis budaya dan adat disetiap daerah juga beraneka ragam, termasuk senjata yang mereka pakai secara turun temurun dari nenek moyang mereka. Senjata tajam merupakan sebuah alat yang digunakan oleh suku-suku di Indonesia pada masa lampau sebagai senjata untuk berburu maupun alat membela diri apabila terjadi perkelahian. Maraknya tindakan penyalahgunaan senjata tajam yang berada pada wilayah khususnya desa Batu Bintang Pamekasan Madura menunjukkan bahwa lemahnya rasa peduli aparat penegak hukum dalam mengapresiasi terhadap proteksi masyarakat. Hal tersebut menunjukkan kurang stabilnya suatu tindakan dan hukuman pada aturan hukum yang mana perbuatan yang nyata dalam aturan pidana dilarang dan memiliki hukuman yang relatif tinggi tetapi masih pula terdapat suatu tindak pidana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dengan cara mengkaji kaidah-kaidah, konsep, pandangan masyarakat, doktrin-doktrin hukum yang diperoleh dari bahan hukum sekunder, serta peraturan perundang-undangan. Penegakan hukum yang dilakukan di wilayah hukum Polres Pamekasan terhadap pelaku penyalahgunaan senjata tajam hanya beberapa yang ditegakkan sesuai dengan aturan yang berlaku dengan proses penyidikan sampai Pengadilan Negeri Pamekasan. Jumlah kasus penyalahgunaan senjata tajam di wilayah hukum Pamekasan dari tahun 2019 s/d 2021 berjumlah 7-9 kasus penegakan sanksi kepada pelaku, hal tersebut karena Kurangnya pengawasan oleh kepolisian terkait penyalahgunaan senjata tajam, aparat kepolisian yang merupakan aparat penegak hukum seharusnya mampu menangani penyalahgunaan kepemilikan senjata tajam yang beredar di masyarakat. Faktor terjadinya tindakan penyalahgunaan senjata tajam, yaitu faktor lingkungan atau faktor eksternal merupakan faktor yang dapat menyebabkan kejahatan karena faktor eksternal individu, sehingga dari itulah menyebabkan seseorang terjerumus ke dalam suatu kelompok/lingkungan yang tidak baik, bahkan dapat membuat orang itu dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas ataupun budaya-budaya dari kelompok tersebut. Kata kunci : Penegakan, Senjata Tajam, Faktor, Pamekasan Madura
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AYU PUSPA NINGSIH |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Penegakan, Senjata Tajam, Faktor, Pamekasan Madura |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 18:38 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:53 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/9257 |
