TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25055-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (405kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25055-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25055-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (282kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25055-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (420kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25055-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (416kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25055-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (422kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25055-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (181kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25055-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (273kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25055-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (689kB)
Abstract
Garam merupakan gabungan dua unsur yaitu Natrium dan Klorida, yang membentuk suatu ikatan ionik dengan nama kimia Natrium Klorida (NaCl) atau Sodium Klorida. Menurut fungsinya, garam terbagi menjadi dua jenis yaitu garam konsumsi dan garam industri. SNI 01-3556-2000 syarat mutu garam konsumsi adalah NaCl 94,7% atas dasar berat kering dengan kandungan impurities Sulfat, Magnesium dan Calsium maksimum 2% dan sisanya adalah kotoran (lumpur,pasir), kadar air maksimal 7%. mutu garam industri adalah kadar NaCl antara 95-97%, impurities Sulfat maksimum 0,5%, impurities Calsium maksimal 0,2% dan impurities Magnesium maksimum 0,3% dengan kadarair 3-5%. Syarat mutu garam industri farmasi adalah garam dengan kadar NaCl diatas 98,5% dengan impurities Sulfat, Magnesium, Kalium dan kotoran yang sangat kecil. Garam yang masuk dan diolah oleh PT. Garam (Persero) memiliki kualitas garam yang masih kusam, garam memiliki tekstur kasar, kurangnya kadar Iodium dari standart SNI, kadar air, kadar NaCl dan kadar Magnesium yang masih kurang sesuai dengan standart SNI. Oleh karena itu untuk menjaga kontinuitas mutu produksi baik yang dilahan milik PT. Garam sendiri maupun garam masyarakat perlu dilakukan prioritas dalam pengendalian mutu. Metode yang ada pada pengambilan keputusan tersebut dalam permasalahan penilaian mutu garam produksi PT. Garam (Persero) yang tepat dapat menggunakan metode AHP-rnTOPSIS. Hasil analisis menggunakan metode AHP kriteria kadar NaCl menjadi prioritas (0,369) karena memiliki nilai bobot yang paling besar diantara kriteria yang lain. Alternatif yang dihitung menggunakan TOPSIS diperoleh garam karungan yang menjadi rangking 1 (0,345). Sehingga dalam penilaian mutu garam didapatkan bahwa kualitas mutu garam adalah kadar NaCl dengan produk garam karungan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM INDAH KHOIRUN NISA` |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Mutu;AHP;TOPSIS |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 18:26 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:53 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/9181 |
