TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34313-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (111kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34313-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34313-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (356kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34313-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (391kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34313-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (482kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34313-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (680kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34313-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (555kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34313-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (111kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34313-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (120kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34313-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (523kB)
Abstract
Arifatun Nihayah. 200521100054. Sosiologi. Makna Simbolik Tradisi Amongrn(Sesajen) Pada Peringatan Hari Kematian Masyarakat Desa Giling Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbolik tradisi Among (sesajen) pada peringatan hari kematian masyarakat Desa Giling Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati. Tradisi Among merupakan sebuah praktik budaya yang memiliki makna simbolik dalam peringatan hari kematian khususnya dalam masyarakat jawa yang bertujuan untuk menghormati dan mengenang orang yang telah meninggal dunia. Tradisi Among ini mencerminkan bagaimana masyarakat jawa menggunakan simbol untuk mengekspresikan rasa syukur, kebersamaan, dan penghormatan terhadap leluhur mereka, serta tradisi Among mencerminkan nilai-nilai luhur yang harus dilestarikan. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh George Herbert Mead. Terdapat tiga konsep yang saling berkaitan, yaitu Mead mengatakan bahwa pikiran (mind) dan diri (sellf) berasal dari masyarakat (society). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam pemilihan informannya menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Among ini telah ada sejak zaman nenek moyang dan zaman para wali. Jenis simbol yang ada pada Amongrn(sesajen) terdiri dari makanan, minuman, bubur merah dan bubur putih, jajanan pasar dan pakaian. Pelaksanaan Pelaksanaan tradisi Among ini berdasarkan dengan hitungan tanggal Jawa yang dilakukan pada hari ke 7, 40, 100, 1000, dan haul ketika setiap ada orang yang meninggal dunia. Makna dari tradisi Among yang muncul di dalam masyarakat berawal dari interaksi sosial dari latar sejarah yang mereka miliki. Tradisi Among (sesajen) masih dilaksanakan sampai sekarang oleh masyarakat Desa Giling dan menjadi suatu kebiasaan yang dilakukan untuk menghormati leluhur dan orang yang telah meninggal.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ARIFATUN NIHAYAH |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | makna simbolik; tradisi kematian; tradisi Among; sesajen. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 18:18 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:53 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/9131 |
