TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34219-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (88kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34219-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (14kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34219-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34219-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (32kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34219-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (124kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34219-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (553kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34219-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (694kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34219-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (77kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34219-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (920kB)
Abstract
Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan sumber daya alam yang melimpah, memiliki kondisi yang ideal untuk pertanian hortikultura. Meskipun demikian, metode pengeringan hasil tani di Indonesia masih banyak dilakukan secara tradisional, yang mengandalkan sinar matahari sebagai sumber panas utama. Metode konvensional memerlukan waktu yang lama dan sering kali kurang higienis, yang dapat mempengaruhi kualitas produk. Penelitian ini mengembangkan sebuah prototipe Solar Dryer Dome berbasis Internet of Things dengan NodeMCU ESP8266 sebagai pengendali utama. Sistem ini menggunakan sensor suhu dan kelembapan untuk memungkinkan pemantauan dan pengendalian proses pengeringan secara real-time. Logika Fuzzy diterapkan untuk mengatur pengeringan berdasarkan data yang diperoleh dari sensor, dengan tujuan meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan kebersihan dalam proses pengeringan. Berdasarkan hasil penelitian, prototipe Solar Dryer Dome yang dibuat dengan memanfaatkan teknologi IoT berhasil meningkatkan efisiensi, higienis dan kecepatan dalam pengeringan tanaman hortikultura. Dalam skenario pengujian, prototipe Solar Dryer Dome mampu mengeringkan cabai dalam waktu 3 hari dengan mengoptimalkan suhu pengringan 50oC-70oC dan berhasil menurunkan kadar air dalam cabai hingga 10%, sedangkan metode konvensional membutuhkan lima hari dalam proses pengeringan cabai. Oleh karena itu, penggunaan teknologi IoT pada proses pengeringan cabai dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi cabai, serta membantu memenuhi kebutuhan cabai yang semakin meningkat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM JAN PHILIP FAITH |
| Department | Informatika |
| Uncontrolled Keywords | Hortikultura;Internet of Things;Logika Fuzzy;NodeMCU ESP8266; Pengeringan |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Informatika |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 17:28 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:53 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/8799 |
