TRUNOJOYO-KP-24953-180331100085-LAPORAN PKL_180331100085_SRI WULANDARI_.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (982kB)
Abstract
Teh (Camellia sinensis) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang
memiliki berbagai kandungan senyawa antioksidan yang berguna bagi kesehatan
(Fajar et al. 2018). Teh adalah bahan minuman penyegar yang memiliki beberapa
kandungan senyawa kimia yang dapat memberi efek warna, rasa dan aroma yang
memuaskan peminumnya. Sehingga sampai saat ini, teh adalah salah satu
minuman penyegar yang banyak diminati. Selain sebagai bahan minuman, teh
juga banyak dimanfaatkan untuk obat-obatan dan kosmetika (Anjarsari 2016). Teh
hijau diproses dengan cara khusus. Setelah dipetik, daun teh akan mengalami
pengasapan. Proses ini akan mengeringkan daun teh, namun tidak sampai
mengubah warna daun. Kondisi inilah yang menyebabkan air seduhan daun teh
tetap terlihat berwarna hijau muda. Proses ini kemudian terbukti dapat
mempertahankan berbagai kandungan nutrisi, antara lain zat antioksidan
polyphenols pada daun teh, yang lebih besar dibandingkan teh hitam maupun teh
merah. Ada tiga kandungan bahan utama yang membuat teh hijau dapat
menurunkan berat badan, yaitu epigallocatechin gallate (EGCG) Caffein, dan L-
tehanine (Wulandari dan Rahmanisa 2016).
Dalam proses produksi perusahaan dituntut untuk dapat menghasilkan
suatu produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Untuk menjalankan proses
produksi maka perusahaan memerlukan bahan baku untuk diolah menjadi produk
dengan nilai tambah dan kualitas terbaik (Daud 2017). Proses penanganan bahan
menjadi sangat penting karena seluruh bahan dan produk harus diatasi dengan
baik sehingga dapat mencapai tujuannya dengan aman dan juga untuk menjaga
kondisi dan kualitas bahan-bahan tersebut. Penanganan bahan baku atau disebut
juga Material Handling merupakan proses yang mencakup operasi dasar dalam
pergerakan, perlindungan, penyimpanan dan pengendalian bahan dan produk di
seluruh pembuatan (manufaktur), pergudangan, distribusi, konsumsi dan
pembuangan (disposal) (Kurniawan dan Pramesti 2019). Aktivitas proses
produksi tidak dapat berjalan tanpa adanya kegiatan material handling. Kegiatan ini biasanya meggunakan mesin atau dengan tenaga manusia. Peralatan material
handling tergantung pada karakteristik benda yang akan dipindahkan, jalur yang
dipakai dan harga dari peralatan tersebut. Ada tiga peralatan utama dalam material
handling yaitu, conveyor (ban berjalan), crane (derek) dan trucks (alat angkut
kereta) (Astuti dan Iftadi 2016).
Untuk menghasilkan produk yang bermutu dan kualitasnya terjamin
diperlukan adanya penanganan dari bahan baku yang baik. Pengaruh penanganan
bahan baku terhadap keseluruhan aspek produksi produk ini menjadi salah satu
alasan perlunya dilakukan praktik kerja lapang di PT Candi Loka, Kabupaten
Ngawi, Jawa Timur. Adanya praktik kerja lapang ini diharapkan dapat menambah
wawasan dan pengetahuan proses pembuatan teh hijau dari bahan baku hingga
barang jadi. Selain itu diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sebelum
memasuki dunia kerja yang sesungguhnya sekaligus sebagai sarana pembanding
antara teori dan praktik langsung dari teori tersebut.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SRI WULANDARI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | PROSES PRODUKSI; TEH HIJAU ; PT CANDI LOKA NGAWI, JAWA TIMUR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 17:27 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:53 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/8795 |
