TATA LAHAN PRODUKSI PT GARAM PEGARAMAN I SUMENEP

IKA MASRUROH (2022) TATA LAHAN PRODUKSI PT GARAM PEGARAMAN I SUMENEP. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24946-190341100001-Ika Masruroh#190341100001#Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24946-190341100001-Ika Masruroh#190341100001#Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Pulau Madura disebut sebagai pulau garam karena menjadi sentral
penghasil garam terbesar di Jawa Timur. Keempat kabupaten di Pulau Madura
merupakan wilayah penghasil garam. Kabupaten Bangkalan memiliki lahan
produktif sebesar 374 Ha dan lahan potensial 825 Ha. Kabupaten Sampang
memiliki lahan produktif sebesar 4246 Ha dan lahan potensial sebesar 4849
Ha. Kabupaten Pamekasan memiliki lahan produktif sebesar 975 Ha dan
lahan potensial sebesar 1414 Ha serta Kabupaten Sumenep memiliki lahan
produktif sebesar 2767 Ha dan lahan potensial sebesar 1214 Ha (Efendy et
al., 2012). Produktivitas tersebut erat kaitannya dengan topografi Pulau
Madura yang relatif datar dengan lahan yang kering sehingga mampu
menyokong pasokan garam mencapai 785.000 ton di tahun 2019 (Effendy et
al., 2020).
Pulau Madura menjadi kawasan produksi garam dalam rangka
diversifikasi produk dengan bahan baku air laut dan air sungai yang memiliki
kandungan garam ± 3,5%. Lokasi produksi juga dikelilingi perairan laut dan
sungai sehingga menjamin keberlanjutan produksi hingga puncak masa panen
dan seterusnya. Kebutuhan akan tenaga kerja dan fasilitas transportasi kini
juga tercukupi dengan melibatkan masyarakat sekitar lahan pegaraman dalam
kegiatan produksi. Kemudahan akses mobilitas juga berpengaruh pada
kegiatan produksi dan distribusi garam dan jasa (Widoretno dan Ningtyas,
2016).
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi produksi garam dengan
teknologi solar evaporation seperti kebanyakan masyarakat gunakan antara
lain bahan baku air yang harus jernih dengan konsentrasi yang cukup tinggi
sehingga terciptanya kontinuitas suplai bahan baku, kondisi tanah harus kedap
air atau seepage 0 dan kering minimal 4 bulan tanpa hujan berturut-turut,
kelembapan udara rendah, lama penyinaran, laju penguapan, kecepatan angin,
suhu udara serta penataan lahan pegaraman yang proporsional antara waduk,
lahan evaporasi, meja kristalisasi beserat saluran-saluran air masuk dan
pembuangan. Pengamatan mengenai tata lahan produksi garam ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desain lahan pegaraman dengan hasil produksi
berdasarkan kuantitas dan kualitas garam (Sudarto, 2011).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
IKA MASRUROH
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords PT GARAM PEGARAMAN I SUMENEP
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 17:24
Last Modified 24 Oct 2026 16:53
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/8773

Actions (login required)

View Item
View Item