TRUNOJOYO-KP-24945-190341100054-TASYA LAILATUS SAADAH_190341100054_ILMU KELAUTAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Garam merupakan salah satu komoditas yang bernilai tinggi. Garam
memiliki potensi produksi dalam skala nasional. Kebutuhan garam yang
paling diprioritaskan adalah garam konsumsi sebagai usaha untuk
meningkatkan pembangunan ekonomi kelautan. Garam dibutuhkan tidak
hanya dalam negeri namun juga luar negeri. Garam dapat digunakan secara
luas mulai dari bahan masak, konsumsi, sampai kegiatan industri. Luas lahan
produksi garam yang dimiliki Indonesia adalah sebesar 27.047 ha dimana
22.592 ha merupakan lahan milik rakyat dan 4.455 ha merupakan milik PT
Garam (KKP, 2019). Produksi garam dapat dilakukan dengan menggunakan
metode penguapan air laut, penambangan batuan garam dan dari sumur air
garam. Metode yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah metode
penguapan air laut yang dibantu oleh sinar matahari. Air laut dapat dikatakan
sebagai bahan baku utama dalam pembuatan garam. Kualitas air laut menjadi
salah satu faktor yang berpengaruh pada produktivitas lahan dalam
menghasilkan garam. Air laut yang tercemar berpotensi menghasilkan garam
yang tidak sesuai dengan standar (Kurniawan et al., 2019). Kuantitas air laut
juga harus diperhatikan supaya produksi garam terus berjalan dengan memilih
lokasi tambak yang tepat. Lokasi yang tepat untuk produksi garam adalah
dekat dengan sumber air laut karena bahan baku pembuatan garamnya mudah
didapatkan (Nurfaiza et. al, 2021).
Pelaku usaha garam yang terbesar dan sudah ada sejak dulu di
Indonesia adalah PT Garam. PT Garam merupakan badan usaha milik negara
yang memproduksi garam di Indonesia, yang tahun 2022 menjadi salah satu
member ID FOOD dibawah naungan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
PT Garam memproduksi garam dengan menggunakan metode yang sama
dengan yang digunakan di Indonesia pada umumnya yaitu metode penguapan.
PT Garam saat ini memiliki tambak garam di berbagai wilayah di Indonesia
dan masih aktif memproduksi garam. PT Garam terus melakukan
pemeliharaan dan pengembangan lahan tambak garam untuk dapat meningkatkan produktivitas. Lahan yang sedang dikembangkan saat ini adalah
Lahan Banjar dengan luas lahan ±106,90 ha. Lahan tersebut terletak di
wilayah Desa Banjar Barat dan Banjar Timur, Kecamatan Gapura, Kabupaten
Sumenep, letak lahan secara detail disajikan pada gambar 1.1, selanjutnya
lahan tersebut akan dilakukan uji coba produksi yang akan dilaksanakan oleh
Tim Proyek Sakera pada tahun 2022.
Lahan Banjar membutuhkan banyak persiapan untuk proses produksi
garam mulai dari ketersediaan bahan baku, kesiapan lahan, kelengkapan
sarana prasarana, dan lain sebagainya, sehingga diperlukan suatu perencanaan
terkait kebutuhan-kebutuhan tersebut untuk mendapatkan lahan garam yang
produktif. Lahan garam yang produktif akan menghasilkan keuntungan dan
berpotensi sebagai ladang bisnis. Oleh karena itu diperlukan analisa rencana
kegiatan proses produksi dan kelayakan investasi untuk mengoptimalkan
proses produksi garam dan untuk menentukan layak atau tidaknya usaha
tersebut untuk dijalankan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Tasya Lailatus Saadah |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PROSES PRODUKSI; LAHAN PENGEMBANGAN BANJAR – PT GARAM |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 17:23 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:53 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/8770 |
