TRUNOJOYO-KP-24927-180331100091-PKL_Aprilia Pratiwi_180331100091.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang banyak
dibudidayakan. Kopi mengambil peran penting dalam perekonomian di Indonesia
karena mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi dan perannya sebagai
sumber devisa negara. Selain sebagai sumber devisa negara kopi juga berperan
penting sebagai sumber penghasilan dari setengah juta jiwa petani kopi di
Indonesia (Rahardjo 2012). Menurut BPS (2020) jumlah ekspor kopi di Indonesia
pada periode Agustus 2020 naik sebesar 6,58% dibandingkan dengan tahun
sebelumnya yakni 218,1 ribu ton. Selama tahun 2010 sampai 2020 volume ekspor
cenderung tidak stabil atau mengalami naik turun di atas 200 ribu ton.
Jumlah Produksi kopi di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup pesat
pada tahun 2019 produksi kopi di Indonesia mencapai 761 ribu ton dan
mengalami kenaikan sebesar 0,65% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2020 juga mengalami peningkatan dengan didapatkan hasil sementara
produksi kopi sebesar 773,4 ribu ton (Ditjenbun 2020). Salah satu perkebunan di
Indonesia yang memberikan kontribusi adalah PT Perkebunan Nusantara XII
Kebun Kopi Bangelan Malang.
PT Perkebunan Nusantara XII Kebun Kopi merupakan salah satu badan
usaha milik negara bergerak dalam bidang perkebunan, pengolahan dan
pemasaran hasil perkebunan. Untuk bersaing dengan perusahaan pengolahan kopi
lainnya, suatu perusahaan harus menentukan strategi-strategi yang tepat agar
produktivitas perusahaan tetap terjaga efektif dan efisien. Salah satu strategi yang
sangat penting untuk membangun sebuah pabrik adalah perancangan tata letak
pabrik. Jika suatu perusahaan atau pabrik tidak mempunyai perancangan
sebelumnya, maka proses produksi tidak berjalan secara optimal dan efisien
sehingga secara tidak langsung menurunkan produktivitas perusahaan.
Menurut Arif (2017) tujuan dasar dari penerapan tata letak pabrik adalah
untuk meminimalisir jumlah biaya meliputi biaya produksi, biaya pemindahan
produk setengah jadi, biaya pemindahan bahan, biaya perbaikan, biaya instalasi mesin dan biaya yang lain. Dengan pengaturan tata letak pabrik yang baik akan
memberikan banyak kemudahan apabila nantinya pabrik merencanakan adanya
perluasan area pabrik di kemudian hari. Oleh sebab itu, Praktik Kerja Lapang
(PKL) ini dilakukan untuk mengetahui secara jelas tata letak fasilitas produksi
pada PT Perkebunan Nusantara XII Kebun Kopi Bangelan Malang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM APRILIA PRATIWI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | KOPI ROBUSTA; PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN KOPI BANGELAN, MALANG, JAWA TIMUR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 17:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:53 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/8708 |
