TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15603-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (152kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15603-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (555kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15603-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (341kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15603-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (478kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15603-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (528kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15603-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (154kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15603-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (155kB)
Abstract
Mediasi adalah salah satu alternatif dan cara penyelesaian suatu persengketaan di mana para pihak-pihak yang bersengketa menyerahkan penyelesaiannya kepada seorang mediator dengan maksud untuk meperoleh hasil yang adil dan diterima oleh para pihak yang bersengketa. Sengketa waris pada masyarakat Madura yang diselesaikan melalui mediasi melibatkan tokoh masyarakat (kepala desa atau kiai) sebagai penengah atau mediator. Mediator dalam hal ini tokoh masyarakat (kepala desa atau kiai) memiliki peran menentukan dalam suatu proses mediasi. Gagal tidaknya mediasi juga sangat ditentukan oleh peran yang ditampilkan oleh mediator. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pelaksanaan prinsip-prinsip penyelesaian sengketa waris melalui mediasi pada masyarakat Madura
Metode penelitian ini menggunakan penelitian yuridis sosiologis. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.
Hasil dari penelitian ini adalah Pada masyarakat Madura yang relatif memiliki nilai religius, penyelesaian sengketa waris melalui mediasi sering diselesaikan secara musyawarah keluarga dalam (keluarga hubungan sedarah) atau sesepuh keluarga, hal ini dikarenakan bagi masyarakat Madura jika ada permasalahan sengketa waris sampai didengar orang lain meruapakan sebuah aib bagi keluarga yang bersengketa. Alternatif terakhir jika tidak menemui kata sepakat maka akan diselaikan dihadapan Kepala Desa, dengan hasil kesepakatan yang dituangkan dalam akte perdamaian. Hasil mediasi menjadi kekuatan mengikat bagi kedua belah pihak dikarenakan saling menghormati terhadap kesepakatan yang dibuat oleh para pihak dan disaksikan oleh kepala Desa, sesepuh keluarga dan tokoh masyarakat tanpa didaftarkan ke Pengadilan Negeri dan menjadi kekuatan mengikat bagi para pihak yang bersengketa karena penyelesaian sengketa waris melalui mediasi merupakan atas keinginan dan kemuan mereka sendiri secara sukarela.
| Item Type | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Thesis Type | S2 |
| Creators | Creators NIM AFDOLUL ANAM |
| Department | S2 Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Kekuatan mengikat, mediasi, sengketa waris, masyarakat Madura |
| Divisions | Fakultas Hukum > S2 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 15:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:52 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/8065 |
