TRUNOJOYO-KP-33929-210311100109-Laporan PKL AGRO.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati
yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Setiap
daerah di Indonesia dapat menghasilkan berbagai jenis tanaman yang dapat
dikonsumsi oleh masyarakat. Sayuran merupakan salah satu produk pertanian yang
berpeluang untuk dikembangkan di Indonesia. Permintaan masyarakat terhadap
sayuran meningkat karena pertumbuhan penduduk di Indonesia dan meningkatnya
kesadaran mastarakat terhadap pola hidup sehat. Sayuran banyak diminati oleh
masyarakat umum karena banyak mengandung vitamin, mineral, dan serat yang
dibutuhkan oleh tubuh. Dalam usaha budidaya, produktivitas sayuran tergolong
rendah yang diakibatkan beberapa faktor yaitu teknik budidaya yang dilakukan
petani yang belum intensif, faktor iklim, dan tingkat kesuburan tanah yang rendah.
Untuk itu, demi meningkatkan produktivitas tanaman maka dilakukan pemupukan
dengan tujuan mengganti unsur hara yang hilang dan menambah persediaan unsur
hara yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi dan mutu tanaman.
Ketersediaan unsur hara yang lengkap dan berimbang yang dapat diserap oleh
tanaman merupakan faktor yang menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman
(Wua et al., 2022).
Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura
yang layak untuk ditingkatkan produktivitasnya karena merupakan salah satu
komoditi yang banyak diminati oleh masyarakat. Produksi tanaman sayuran di
Indonesia khususnya tanaman sawi perlu dijaga kestabilannya dan perlu
ditingkatkan kembali dengan penangana yang tepat dan mudah tersedia agar
produksi tanaman sawi tidak mengalami fluktuatif (Febryani et al., 2022). Di
Indonesia tanaman sawi sudah tergolong familiar. Tanaman sawi mampu tumbuh
baik di daratan rendah maupun tinggi. Dengan demikian kebutuhan konsumsi sawi
Indonesia sebagian besar telah dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri.
Tanaman sawi merupakan sayuran yang memiliki nilai gizi tinggi yang mampu
dijadikan sebagai salah satu upaya pencegah stunting. Kandungan yang terdapat
pada tanaman sawi yang kaya akan vitamin A, B, C, E dan K. Sawi juga
mengandung karbohidrat, protein, dan lemak baik yang berguna untuk kesehatan
tubuh. Zat lain yang ada dalam Tanaman sawi adalah kalsium, kalium, mangan,
folat, zat besi, fosfor, teptofon, dan magnesium. Kandungan non-gizi yang ada
dalam sayur. sawi adalah serat atau fiber yang kadarnya cukup tinggi. Karena
kandungan gizi inilah, sawi termasuk sayuran ajaib yang dapat berfungsi baik untuk
mencerdaskan otak (Nasir dan Jasmi, 2022).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MARSA HARRIS MAULANA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Pertanian Organik; Pupuk Organik; Budidaya Tanaman Sawi Hijau |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 15:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:52 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7883 |
