TRUNOJOYO-KP-33928-210351100009-Laporan PKL MSP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki
luas perairan lebih besar daripada daratannya sehingga keanekaragaman
hayati laut sangat melimpah (Nikawanti, 2021). Prihatiningsih et al. (2017)
menjelaskan bahan banyak spesies ikan di perairan Indonesia, termasuk
ikan kakap merah yang hidup di berbagai daerah perairan di Indonesia
meliputi Laut Jawa, Kepulauan Karimunjawa, Selat Sunda, Selatan Jawa,
Selatan dan Barat Kalimantan, Timur Kalimantan, Perairan Sulawesi,
Kepulauan Natuna, Kepulauan Lingga dan Kepulauan Riau. Azkia et al.
(2015) menegaskan bahwa ikan kakap merah merupakan salah satu
produk ekspor dari subsektor perikanan yang permintaannya terus
meningkat. Ikan kakap merah memiliki potensi besar sebagai sumberdaya
ikan di Indonesia dan menjadi daya tarik bagi para industri untuk
melalukan eksploitasi dan ekspor. Menurut data Kelautan dan Perikanan,
hasil tangkapan ikan kakap merah pada tahun 2021 mencapai 11.000
(Usman et al., 2014).
Azkia et al. (2015), melaporkan bahwa ekspor ikan kakap merah
memiliki nilai ekonomis yang signifikan bagi Indonesia. Nilai ekspor
tersebut mencakup keuntungan dari penjualan ikan mentah dan olahan
seperti fillet, beku, atau segar serta produk turunan seperti makanan laut
yang diolah lebih lanjut. Ekspor ikan kakap merah dari Indonesia harus
memenuhi standar keamanan pangan dan persyaratan perdagangan
internasional, termasuk standar HACCP (Hazard Analysis Critical Control
Point) dan sertifikasi halal bagi pasar yang membutuhkannya (Chandra et
al., 2019). Abdullah Tangke (2021) mendeskripsikan HACCP suatu
sebagai sistem menajemen mutu dengan menekankan pada keamanan
khususnya untuk pangan yang didasarkan pada pendekatan sistemik
untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko bahaya selama
proses produksi serta dapat menentukan titik-titik pengendalian kritis yang
harus dilakukan pengawasan secara ketat. HACCP merupakan konsep
yang bertujuan untuk mencegah hal-hal yang dapat membahayakan
keamanan konsumen berupa kerusakan dan atau kontaminasi
mikroorganisme bahan makanan yang dapat menimbulkan penyakit
seperti Salmonella, Escherichea coli, dan coliform, kontaminasi
mikroorganisme dapat terjadi mulai pada tahap awal, yaitu dari
penerimaan bahan baku, penanganan, penyimpanan sampai distribusi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALIEFIA MIFTAKHUL ARDANI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | Ikan Kakap Merah Fillet (Lutjanus sanguineus); Proses Produksi Ikan Fillet Beku; Bakteri Escherichia coli; Identifikasi Morfologi Bakteri Escherichia coli; Klasifikasi dan Patogenitas Escherichia coli; Standar Baku Mutu Escherichia coli |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 15:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:52 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7882 |
