TRUNOJOYO-KP-33919-210351100030-LAPORAN PKL MSP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Minyak dan gas bumi merupakan kebutuhan vital bagi suatu negara, dan
negara bertanggung jawab atas produksi, penyediaan, dan pendistribusian minyak
dan gas bumi yang optimal bagi rakyatnya (Muslim dan Haryanto, 2023). Hal ini,
dengan adanya industri minyak dan gas bumi juga menyebabkan adanya berbagai
macam limbah yang berbahaya, salah satunya limbah cair dari hasil pengolahan
minyak bumi. Limbah minyak bumi yang dihasilkan usaha atau kilang minyak,
gas, dan panas bumi merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun yang
memiliki potensi menimbulkan pencemaran atau kerusakan lingkungan. Limbah
minyak terdiri atas bermacam-macam senyawa, diantaranya berupa hidrokarbon
ringan, hidrokarbon berat, pelumas, dan bahan ikutan dalam hidrokarbon
(Shaheen, 1992).
Menurut PP No.101 Tahun 2014 pada lampiran 1 tentang Pengelolaan Limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun, limbah minyak bumi tergolong kedalam limbah
yang berpotensi sebagai limbah B3 dengan kategori bahaya yang berdampak
pentinng terhadap lingkungan hidup. Limbah tersebut berupa limbah minyak
yang berasal dari proses pengolahan minyak bumi (kilang), maupun kegiatan
industry petrokimia yang menghasilkan produk organic dari proses pemecahan
fraksi minyak bumi termasuk produk turunan yang dihasilkan langsung dari
produk dasarnya. Air limbah yang dihasilkan dapat meningkatkan BOD
(Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total
Suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid), DO (Dissolved Oxygen),pH,
ammonia, kadar sulfida dan phenol yang dapat menyebabkan pencemaran
diperairan (Rohmah, 2017)
Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi dampak negatif yang
timbul akibat limbah dari hasil pengolahan minyak bumi salah satunya dengan
membangun IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL) merupakan perangkat peralatan teknik beserta perlengkapannya
yang memproses atau mengolah cairan sisa proses produksi pabrik, sehingga
cairan dapat dibuang ke lingkungan. Limbah cair dari sumber dialirkan ke
bangunan bak tampungan Instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL) melalui
jaringan pipa (Karyadi, 2010). Instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL) sangat
berguna dalam mengurangi zat-zat yang berbahaya yang akan dibuang ke
lingkungan. Namun, dalam penggunaannya, air limbah yang telah diproses
melalui Instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL) harus tetap diperhatikan secara
berkala sehingga Instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL) dapat bekerja secara
maksimal.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Laili Faizatul Husna |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | Limbah Cair; Parameter Uji Kualitas Air; Biochemical Oxygen Demand (BOD); Chemical Oxygen Demand (COD); Tingkat Keasaman (pH) |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 15:09 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:52 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7866 |
