TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15560-14.01.111.00019_ABSTRACT_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (38kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15560-14.01.111.00019_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (477kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15560-14.01.111.00019_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (150kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15560-14.01.111.00019_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (154kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15560-14.01.111.00019_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (213kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15560-14.01.111.00019_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (116kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15560-14.01.111.00019_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (115kB)
Abstract
ABSTRAK
Kegiatan pertambangan yang terjadi di Desa Rek-kerrek Laok II sangatlah
membantu prekonomian warga, karena dominasi warga desa Rek-kerrek Laok
bekerja sebagai petani juga mempunyai pekerjaan sampingan sebagai pekerja
tambang. Kegiatan pertambangan rakyat yang dilakukan oleh warga desa ada
yang menggunakan tanah milik sendiri dan ada juga yang menggunakan tanah
milik orang lain yaitu dengan cara melakukan perjanjian bagi hasil dengan
pemilik tanah. Oleh karena itu, penelitan ini dilakukan untuk mengetahui tahapantahapan
pelaksanaan kegiatan pertambangan di Desa Rek-kerrek seperti apa dan
menganalisis budaya bagi hasil yang terjadi apakah bertentangan atau tidak
dengan UUPA.
Metode penelitian yang digunakan adalah Yuridis Empiris yang dilakukan
dengan menggunkan pendekatan secara fakta sesuai dengan keadaan yang terjadi
di Desa Rek-kerrek Laok II, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Hasil
penelitian didapatkan melalui sumber data hukum primer dengan Wawancara
mendalam tentang budaya atau adat masyarakat dalam melakukan perjanjian bagi
hasil, selanjutnya di analisis deskriptif menggunakan Undang-undang Nomor. 4
Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Peraturan Pemerintah
Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanan Kegiatan usaha pertambangan Mineral
dan Batubara, Undang-undang Nomor 2 Tahun 1960 tentang Perjanjian Bagi
Hasil dan Undang-undang Nomor 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok
Agraria.
Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa pelaksanaan usaha pertambangan
di Desa Rek-kerrek Laok milik warga desa rata-rata tidak memiliki Izin Usaha
Pertambangan dan yang kedua bahwa budaya bagi hasil antara pemilik usaha
pertambangan dengan pemilik tanah tidak bertentangan dengan UUPA akan tetapi
perjanjian tersebut tidak sah menurut Pasal 3 Ayat
Kata Kunci: Budaya, Bagi Hasil, Kesepakatan
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM BAGOES DWI ROMADHON |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Budaya, Bagi Hasil, Kesepakatan ; Culture, For the Results, An Agreement. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 15:08 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:52 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7864 |
