TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15555-13.01.111.00252_ABSTRACT_TOC.pdf
Download (48kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15555-13.01.111.00252_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (477kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15555-13.01.111.00252_CHAPTER 1.pdf
Download (54kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15555-13.01.111.00252_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (93kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15555-13.01.111.00252_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (76kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15555-13.01.111.00252_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (27kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-15555-13.01.111.00252_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (25kB)
Abstract
Pulau Madura, yang oleh sementara kalangan dipandang sebagai “ekor”
kebudayaan Jawa, ternyata memiliki beberapa tradisi unik yang tidak ditemukan
di Pulau Jawa, termasuk di pulau lainnya di Indonesia. Diantara tradisi unik
tersebut adalah “kerapan sapi”. Kekerasan dalam budaya kerapan sapi merupakan
pelanggaran hukum Pasal 302 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan hewan dan
masih tetap berlangsung sampai saat ini. Rumusan masalah yang dibahas adalah
mengapa dalam Pasal 302 KUHP tentang penganiayaan hewan tidak berjalan
secara efektif dalam budaya kerapan sapi di Kabupaten Pamekasan Madura.
Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu jenis penelitian hukum
empiris. teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan studi kepustakaan serta
deskriptif analisis. Lokasi penelitian ini berada di Kabupaten Pamekasan.
Informan dalam penelitian ini instansi Kepolisian yaitu, Polres Pamekasan selaku
aparat penegak hokum, tokoh-tokoh pemilik kerapan sapi. Data yang diperoleh
dari informan ini kemudian dianalisis secara kualitatif yaitu menggambarkan dan
memaparkan penelitian yang telah dilakukan, kemudian dianalisis secara
keseluruhan.
Hasil penelitian ini adalah penegakan hukum Pasal 302 ayat 1 KUHP yang
dilakukan Kepolisian Resort Pamekasan terhadap budaya kerapan sapi tidak
pernah dilakukan. Hal ini karena penindakan yang dilakukan kepolisian saat
pelaksanaan kerapan sapi hanya kepada penindakan tindak pidana perjudian dan
senjata tajam. Hambatan dalam penelitian ini. warga atau peserta kerapan sapi
tidak pernah memahami bahwa perbuatannya memuat unsur penganiayaan hewan
dalam hukum positif. Upaya yang dapat dilakukan Kepolisian Resor Pamekasan
yaitu upaya hukum preventif dengan melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada
masyarakat dan pemilik kerapan sapi.
Kata Kunci : Penegakan Hukum, Tindak Pidana Penganiayaan Hewan, Budaya Kerapan sapi, Upaya Preventif.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FAHRUR ROZIQ ILHAMI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Keywords : Law Enforcement, Crime of Animal Abuse, Cow Culture, Preventive Efforts. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 15:06 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:52 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7846 |
