TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33904-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (79kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33904-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (912kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33904-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (184kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33904-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (226kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33904-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (108kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33904-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (430kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33904-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (74kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33904-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (155kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33904-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (82kB)
Abstract
Ketidaksetaraan gender menjadikan satu gender terpinggirkan dan gender lainnya mendominasi. Ketidaksetaraan gender menjadi isu utama dalam kisah Rencana Rahasia Mulan karya Tessa Roehl. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis adanya ketidakadilan gender dalam bidang pendidikan dalam cerita Rencana Rahasia Mulan karya Tessa Roehl. Pendidikannya dibedakan antara laki-laki dan perempuan seperti tempat mereka belajar, pelajaran yang mereka peroleh dan juga tenaga pengajar yang mereka peroleh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pendidikan yang dialami tokoh perempuan dalam rencana rahasia Tessa Roehl dan mendeskripsikan perjuangan tokoh perempuan melawan perbedaan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menerapkan teori poskolonial Spivak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan adalah subaltern karena mereka terpinggirkan sehingga tidak memiliki akses terhadap pendidikan formal, mereka mendapatkan pendidikan di rumah untuk membekali mereka ketika menikah dan karena faktor sosial budaya, sedangkan laki-laki menjadi pihak yang dominan karena mereka mendapatkan akses terhadap pendidikan formal karena laki-laki ditakdirkan menjadi pemimpin. Dan itu adalah pengaruh faktor sosial dan budaya. Perbedaan perempuan dalam cerita tersebut membuat perempuan tidak dapat mengenyam pendidikan formal seperti membaca dan menulis, mereka hanya diajarkan pelatihan kerumahtanggaan untuk mempersiapkan diri ketika sudah cukup umur untuk menikah dan di akhir sekolah dinilai seseorang dengan poin terbesarnya adalah mendapatkan kesempatan menikah dengan orang kaya dan berstatus tinggi. Perbedaan yang mereka alami dalam pendidikan yang mereka peroleh membuat para perempuan harus berjuang melawan perbedaan tersebut dengan bekerja sama dalam tim agar tidak ada yang merasa malu dalam ujian akhir mereka. ujian akhir tersebut yaitu adalah ujian pengetahuan kerumah tanggan yang akan dilaksanakan oleh sekolah mereka, ujian akhir tersebut menentukan seseorang untuk mendapatkan nilai tambah agar dijodohkan oleh pria mapan sehingga meningkatkan kehormatan keluarga tersebut dihadapan semua orang. sementara itu, seseorang yang nilainya kurang akan dipermalukan karena anak gadis mereka dianggap kurang dalam pengetahuan keluarganya dan tidak mendapatkan nilai tambah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALIFIAH PUTRI RAHMANIA |
| Department | Sastra Inggris |
| Uncontrolled Keywords | Postcolonial, Gender Inequality, Differences, Struggle |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sastra Inggris |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 15:01 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:52 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7815 |
