TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24669-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (60kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24669-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (822kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24669-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (65kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24669-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (207kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24669-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (271kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24669-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (861kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24669-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (109kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24669-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (155kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24669-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Mikroplastik tersebar luas di lingkungan perairan laut dan biota laut, khususnya pada ikan. Banyak penelitian yang mengidentifikasi keberadaan mikroplastik pada ikan-ikan konsumsi. Sebagian besar identifikasi mikroplastik pada bagian saluran pencernaan, namun informasi terkait akumulasi mikroplastik pada insang dan daging ikan masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keberadaan dan jenis mikroplastik pada organ insang, saluran pencernaan dan daging ikan Swanggi (Priacanthus sp.), air, dan sedimen dari perairan Branta, Pamekasan. Setiap organ diekstraksi menggunakan KOH 10%, sedangkan air dan sedimen diekstraksi menggunakan larutan H2O2 dan H2SO4 30%. Sampel sedimen diberi perlakukan dengan menambahkan NaCl jenuh untuk memisahkan densitas mikroplastik dengan sedimen. Pengamatan jenis mikroplastik secara visual dilakukan menggunakan mikroskop stereo (Labomed Luxeo 4Z) dengan bantuan software ScopeImage 9.0. Pengamatan jenis polimer dilakukan dengan uji FT-IR yang diperoleh dari keseluruhan sampel (air, sedimen dan ikan Swanggi). Hasil penelitian menunjukkan adanya mikroplastik pada masing- masing organ yang diteliti yaitu insang, saluran pencernaan dan daging ikan Swanggi. Mikroplastik yang ditemukan adalah fiber, fragmen, film dan foam. Fiber mendominasi dari masing-masing organ ikan Swanggi, air dan sedimen. Mikroplastik pada air permukaan didominasi oleh jenis fiber 75-78,7% diikuti fragmen 11,1-17,7%, film 4,3-10,4% dan foam 1%. Jenis mikroplastik pada air kolom diperoleh fiber 80,6-87,5%, fragmen 10,4-16,4% dan film 2,1- 3%. Jenis mikroplastik pada sedimen diperoleh fiber 71,8-78,1%, fragmen 21,6-27,2%, film 0,4- 0,7% dan foam 0,3%. Keberadaan mikroplastik tertinggi pada saluran pencernaan yaitu 43-46,3%, insang 32,7-36,1% dan daging 20,9-21,1%. Jenis mikroplastik pada ikan Swanggi didominasi oleh fiber 96,9-97,8%, fragmen 1,1-1,6%, film 0,4-1,5% dan foam 0,2-0,4%. Hasil spektrum IR menunjukkan nilai puncak gelombang mendekati standard jenis polimer Polypropylene, Polyethylene dan PolyVenyl Chlonie (PVC),
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANI SRI AYU HARTINI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | Priacanthus sp.; Air Laut; Sedimen; Mikroplastik; FT-IR |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 14:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:52 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7678 |
