TRUNOJOYO-KP-24639-190351100029-PEMBESARAN UDANG VANAME zen fiks.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang memiliki kekayaan
alam hayati yang melimpah dan beranekaragam. Produksi perikanan di Indonesia
sangat besar, salah satunya adalah produksi udang vaname (Litopenaeus
vannamei). Permintaan udang vaname sebagai konsumsi pada pasar domestik
dan mancanegara mengalami peningkatan sehingga Kementerian Kelautan dan
Perikanan Indonesia berusaha dalam meningkatkan produksi udang vaname.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia pada tahun
2017, produksi udang vaname mencapai 25.051 ton per tahun dan pada tahun
2018 produksi udang vaname mencapai 30.000 ton per tahun (Ulumiah et al.,
2020).
Udang vaname merupakan jenis udang yang mempunyai nilai ekonomis
yang cukup tinggi di samping penjualan udang windu. Udang vaname mempunyai
nilai jual yang tinggi, yaitu berkisar antara Rp.50.000-Rp.60.000/kg baik di dalam
negeri maupun ekspor. Permintaan pasar domestik maupun ekspor untuk udang
vaname ini cukup tinggi, yaitu 98,86 ton per tahun (Hikmayani et al, 2012).
Pemerintah Indonesia melakukan impor benih udang vaname ke beberapa negara
seperti Amerika, Taiwan, dan Hawai. Benih udang vaname selanjutnya dibesarkan
dan dikembangkan ke Hatchery Kabupaten Situbondo dan Kabupaten
Banyuwangi untuk menghasilkan kualitas udang vaname yang lebih baik (Ulumiah
et al., 2020).
Budidaya adalah kegiatan alternatif untuk meningkatkan produksi
perikanan. Syarat terlaksananya kegiatan budidaya adalah adanya organisme
yang dibudidayakan, media hidup organisme, dan wadah atau tempat budidaya.
Udang vaname adalah komoditas udang yang dibudidayakan di Indonesia selain
udang windu. Jaya et al (2012) menyatakan bahwa budidaya udang vaname
menjadi suatu usaha yang bersifat komersial (dalam budidaya) untuk
dikembangkan karena pertumbuhannya relatif cepat, mudah dipelihara, dan
mempunyai toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan sehingga
menjadikan udang vaname cocok untuk usaha budidaya skala kecil maupun besar
(Ulumiah et al., 2020). Proses budidaya udang vaname meliputi 3 bagian kegiatan, yaitu
pembenihan, pendederan, dan pembesaran. Kegiatan pembesaran udang
vaname meliputi persiapan tambak, pemilihan dan penebaran benih atau
pendederan udang vaname, pemeliharaan kualitas air, pengelolaan pakan, hingga
panen (Ulumiah et al., 2020). Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan
dalam kegiatan budidaya udang vaname adalah pemberian pakan pada udang
vaname.
Pakan udang vaname membutuhkan 60-70% dari total biaya oprasional.
Pemberian pakan yang sesuai kebutuhan udang vaname akan memicu
pertumbuhan dan perkembangan udang vaname secara optimal. Hal ini akan
menjadikan nilai produktivitas budidaya udang vaname menjadi semakin
meningkat. Pemberian pakan berupa pelet dapat dilakukan sejak benur ditebar
sampai udang siap dipanen. Pemberian pakan pelet untuk kegiatan budidaya
udang vaname harus disesuaikan berdasarkan jumlah dan frekuensi pakan yang
diperlukan (Nuhman, 2009).
Ukuran dan jumlah pakan yang diberikan harus dilakukan secara cermat dan
tepat sehingga udang tidak mengalami kekurangan pakan (underfeeding) atau
kelebihan pakan (overfeeding). Pemberian pakan dengan jenis dan ukuran yang
berbeda bertujuan agar pakan yang diberikan dapat dimakan oleh udang secara
efektif (Untara et al., 2018). Jumlah pakan harus disesuaikan dengan total
biomassa udang pada kolam agar tidak terjadi perebutan pakan oleh sesama
udang (Ulumiah et al., 2020).
Tambak pembesaran uang vaname (Litopenaeus vannamei) Balai
Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo Instalasi Gelung merupakan balai milik
pemerintah yang bergerak di bidang budidaya perikanan. Beberapa proses
kegiatan budidaya udang vaname yang dilakukan di Balai Perikanan Budidaya Air
Payau Situbondo Instalasi Gelung meliputi 3 kegiatan seperti pembenihan,
pendederan, dan pembesaran. Selain itu, balai milik pemerintah ini juga berfokus
pada kegiatan pembesaran budidaya udang vaname melalui kegiatan pemberian
pakan pelet yang sesuai dalam hal jenis dan jumlahnya. Oleh sebab itu, agar lebih
memahami kegiatan budidaya udang vaname secara komprehensif, maka perlu
dilakukan kegiatan Praktik Kerja Lapang yang berkaitan dengan kajian manajemen
pemberian pakan pelet di tambak pembesaran udang vaname (Litopenaeus
vannamei) Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo Instalasi Gelung.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM KHAIRUL MUFIDZ ZAIN |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | UDANG VANAME; TAMBAK BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO INSTALASI GELUNG |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 14:27 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:51 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7570 |
