TRUNOJOYO-KP-24637-190321100064-T. ZHILA SHEINTIKA ALFEN#190321100064#AGRIBISNIS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat di Indonesia semakin
tertarik untuk terjun ke dunia usaha. Kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh
tuntutan ekonomi, tetapi juga karena adanya peluang mendapatkan keuntungan
yang besar, kebebasan berekspresi, dan keahlian untuk menjalankan usaha
tersebut. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berkontribusi besar
terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) karena keberadaannya dapat
mendorong dan memulihkan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data
(KemenkopUKM, 2019) jumlah UMKM di Indonesia pada tahun 2019 mencapai
65.465.497 UMKM dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 60,51% atau setara
dengan Rp 9.580.762,7 Milyar. Peran UMKM dalam pelaksanaan pembangunan
Indonesia telah mampu mengurangi tingkat pengangguran dengan menciptakan
lapangan pekerjaan (Desmaryani, 2018).
Dalam rangka melaksanakan pemberdayaan kepada Koperasi dan UMKM,
maka Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM)
membuat program pendampingan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu
Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM). PLUT-KUMKM
menjadi salah satu lembaga yang memberikan layanan jasa non finansial berupa
pendampingan kepada KUMKM, sehingga KUMKM tidak perlu mengeluarkan
sejumlah biaya untuk layanan pendampingan yang diterima. Berdirinya PLUT-
KUMKM diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas
kerja, dan daya saing KUMKM di Indonesia.
Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi
bagus di sektor perikanan, peternakan, perkebunan, maupun kehutanan
sehingga memungkinkan terbentuknya UMKM yang unggul. Namun, tidak jarang
UMKM yang dijalankan mengalami berbagai permasalahan yang dapat
mempengaruhi keberlangsungannya seperti terbatasnya kemampuan Sumber
Daya Manusia (SDM) dalam mengatur pembiayaan, persediaan bahan baku,
inovasi produk, dan pemasaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Hubeis (2009)
dalam (Desmaryani, 2018) bahwa permasalahan umum UMKM adalah kesulitan
pemasaran, keterbatasan finansial, keterbatasan SDM, masalah bahan baku,
keterbatasan teknologi, kemampuan manajemen, kemitraan, dan institusionalisasi. Akibatnya UMKM yang terbentuk di Kabupaten Pelalawan
masih kurang memiliki daya saing yang baik jika dibandingkan dengan UMKM
luar daerah.
Terkait kurangnya daya saing UMKM, tentunya peran lembaga pemerintah
melalui aktivitas pendampingan PLUT-KUMKM Kabupaten Pelalawan sangat
diperlukan. Sejalan dengan dilaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) untuk
menerapkan ilmu dari perkuliahan, maka kegiatan ini bertujuan untuk
mendeskripsikan dan menerapkan peran pendampingan PLUT-KUMKM dalam
upaya meningkatkan daya saing UMKM di Kabupaten Pelalawan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM T. ZHILA SHEINTIKA ALFEN |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | PLUT-KUMKM; KABUPATEN PELALAWAN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 14:27 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:51 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7566 |
