TRUNOJOYO-KP-24611-190351100068-3 Rafi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Penyu laut termasuk kedalam kelompok reptilia yang mempunyai daerah
jelajah yang sangat luas, yang mendiami laut tropis dan sub tropis diseluruh
dunia. Penyu laut diperkirakan telah menghuni bumi ini lebih dari 100 juta
tahun. Oleh karena itu penyu laut dikenal sebagai fosil hidup. Penyu laut
megalami beberapa adaptasi untuk dapat hidup dilaut, diantaranya yaitu dengan
adanya tangan dan kaki yang terbentuk menyerupai sirip dan bentuk tubuh yang
lebih ramping untuk memudahkan mereka berenang di air. Penyu laut juga
memiliki kemampuan untuk mengeluarkan garam-garam air laut yang ikut
tertelan bersama makanan yang mereka makan dan juga kemampuan untuk
tinggal didalam air dalam waktu yang lama selama kurang lebih 20-30 menit.
Telinga penyu laut tidak dapat dilihat, tatapi mereka memiliki gendang telinga
yang dilindungi oleh kulit. Penyu laut dapat mendengar suara-suara dengan
frekuensi rendah dengan sangat baik dan daya penciuman sangat tajam, dengan
penglihatan yang sangat baik. Penyu laut memiliki cangkang yang melindungi
tubuh mereka dari pemangsa (Nuitja, I, 1992).
Penyu laut merupakan reptile yang hidup dilaut serta mampu bermigrasi
dalam jarak jauh disepanjang Kawasan Samudra Hindia, Samudra pasifik dan
Asia Tenggara. Keberadaan yang telah lama terancam, baik oleh faktor alam
maupun faktor kegiatan manusia yang membahayakan populasi secara langsung
maupun tidak langsung. Pada saat tukik yang telah menjadi dewasa berenang
kembali ke ruaya pakan dipesisir dan tinggal didaerah tersebut sampai siap
memijah, saat itu pula siklus hidup penyu dimulai. Pantai Cemara ini terbagi
menjadi dua zona, zona pertama adalah zona untuk pengunjung dan yang kedua
adalah zona inti. Pada kedua zona terdapat tanaman pohon cemara sepanjang
pantai. Jenis pohon cemara yang terdapat di Pantai Rejo yaitu jenis cemara
udang.
Secara internasional penyu lekang termasuk kategori terancam punah
(endangered) yang ditetapkan oleh IUCN (internasional for the
conservation of nature). Semua jenis penyu yang ditemukan di Indonesia ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan peraturan pemerintah
Nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa liar
menjadikan Kawasan hutan mangrove dan penyu harus dilindungi
(Chandra,2001). Salah satu kawasan ekowisata yang ada di Banyuwangi adalah
ekowisata penetasan penyu lekang di Pantai Cemara yang berada di Dusun
Rowo, Desa Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa
Timur. Ekowisata penetasan telur penyu lekang di Pantai Cemara ini menjual
pandangan yang sangat langkah yaitu hutan cemara udang yang ditanam oleh
manusia hingga menjadi tempat pendaratan penyu untuk bertelur.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOCH. RAFI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | PENYU LEKANG; PANTAI CEMARA PAKIS BANYUWANGI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 14:12 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:51 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7461 |
