TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24587-180421100067_ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24587-180421100067_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24587-180421100067_CHAPTER1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24587-180421100067_CHAPTER2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24587-180421100067_CHAPTER3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24587-180421100067_CHAPTER4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24587-180421100067_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24587-180421100067_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24587-180421100067_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Ekonomi linier menyebabkan berbagai faktor sosial, ekonomi dan lingkungan tidak berorientasi berkelanjutan (sustainable). Berdasarkan Data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan 2021 dijelaskan bahwa masyarakat di Kabupaten Bangkalan mengalami peningkatan jumlah sampah pertahunnya yaitu dari 2020 sebesar 19.616,22 kg/hr mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 22.111,41 kg/hr. Sehingga, untuk mengatasi permasalahan tersebut, terdapat sebuah model baru yang yang dikenal dengan ekonomi sirkular (circular economy). Melalui adaptasi terhadap transisi konsep ekonomi sirkular, diharapkan masyarakat memiliki minat dan keinginan tinggi untuk ikut serta dalam jalannya ekonomi sirkular dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan terkhusus pengolahan sampah. Untuk mengetahui kesiapan masyarakat dalam menghadapi transisi menuju ekonomi sirkular dalam penelitian ini telah disiapkan empat variabel yaitu krisis ekologi, adopsi teknologi, aturan pemerintah, dan transisi menuju ekonomi sirkular dengan menggunakan metode covariance base. Metode tersebut diterapkan untuk mengetahui apakah indikator yang ada pada setiap variabel mendukung untuk dilakukan transisi terhadap ekonomi sirkular atau tidak. Melalui pengujian goodness of fit pada AMOS yang dilakukan didapatkan hasil yaitu. Model 1: Krisis Ekologi= 0,039 transisi ekonomi sirkular ξ1; Model 2: Aturan Pemerintah= 0,021 transisi ekonomi sirkular ξ1; Model 3: Adopsi Teknologi 0,046 transisi ekonomi sirkular ξ1. Melalui pemodelan yang terbentuk dengan hasil yang menyatakan bahwa semua variabel eksogen signifikan terhadap variabel endogennya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat wilayah Mlajah, Kabupaten Bangkalan memiliki kesiapan untuk melakukan transisi dari ekonomi linier menuju ekonomi sirkular. Melalui penelitian yang dilakukan pemerintah setempat khususnya Dinas Lingkungan Hidup untuk mengembangkan program yang mendukung proses ekonomi sirkular khususnya penyusunan program pengolahan sampah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALMUNIROH |
| Department | Industri |
| Uncontrolled Keywords | Ekonomi Sirkular; Covariance Base; Sampah |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Industri |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:59 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:51 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7371 |
