BUDIDAYA BUAH LEMON DAN PENGUJIAN pH SERTA KELEMBABAN TANAH DI KEBUN LEMON SABILA FARM 4

NUR FATIMAH CANDHA SARI (2021) BUDIDAYA BUAH LEMON DAN PENGUJIAN pH SERTA KELEMBABAN TANAH DI KEBUN LEMON SABILA FARM 4. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24566-180311100147-Nur Fatimah Candha Sar_147_laporan PKL di Sabila Farm4.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24566-180311100147-Nur Fatimah Candha Sar_147_laporan PKL di Sabila Farm4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tanaman buah lemon merupakan tanaman yang memiliki manfaat
sebagai antioksidan alami karena memiliki kandungan vitamin C, asam sitrat,
minyak atsiri, bioflavonoid, polifenol, kumarin, flavonoid, dan minyak-minyak
volatil(Nizhar, 2012). Buah Lemon (Citrus limon (L.) Burm.) adalah buah
berwarna prolate kuning atau kuning pucat dengan lima hingga sepuluh biji, dan
digunakan dalam berbagai masakan. Air perasannya digunakan sebagai bahan
makanan baik untuk konsumsi komersial maupun rumahan, dan bernilai karena
rasanya yang asam, tajam, dan segar. Kulit buah lemon yang harum bisa
dimanfaatkan sebagai hiasan dan penyedap serta merupakan sumber utama
minyak esensial dan aroma senyawa komersial. Bunga lemon beraroma manis,
dengan aroma yang mirip dengan bunga jeruk lainnya. Minyak esensial dari
bunga, ranting, dan buah dapat disuling atau diekstrak untuk mendapatkan
bahan yang cocok untuk digunakan dalam rasa dan wewangian. Karakteristik
dari pohon lemon ialah berduri kecil yang dapat tumbuh dengan baik di seluruh
wilayah tropis dan subtropis di dunia. Dibandingkan dengan jeruk dan anggur,
pohon lemon cukup sensitif dengan udara dingin. Buah lemon memiliki kadar
gula rendah yang dapat mengakibatkan beku pada temperatur tertentu
(Goodrich, 2003).
Reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang
dinyatakan dengan nilai pH. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion
hydrogen (H+) di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ di dalam tanah,
semakin masam tanah tersebut. Di dalam tanah selain H+ dan ion-ion lain
ditemukan pula ion OH-, yang jumlahnya berbanding terbalik dengan banyaknya

H+. Pada tanah-tanah yang masam jumlah ion H+ lebih tinggi daripada OH-
sedang pada tanah alkalis kandungan OH- lebih banyak daripada H+. Bila

kandungan H+ sama dengan OH- maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai
pH 7 (Hardjowigeno, 2007).

Kelembaban tanah adalah air yang mengisi sebagian atau seluruh pori-
pori tanah yang berada di atas water tabel (air tanah yang terperangkap diatas

permukaan air tanah). Definisi yang lain menyebutkan bahwa kelembaban tanah
menyatakan jumlah air yang tersimpan diantara pori-pori tanah sangat dinamis,
hal ini disebabkan oleh penguapan melalui permukaan tanah. Tingkat kelembaban tanah yang tinggi dapat menimbulkan permasalahan dan keadaan
tanah yang terlalu lembab mengakibatkan kesulitan dalam melakukan kegiatan
permanen hasil pertanian atau kehutanan yang menggunakan alat-alat mekanik
(Lutfiyana, et al. 2017).
Pengukuran pH dan kelembaban tanah untuk budidaya tanaman lemon
untuk memenuhi syarat tumbuh budidaya lemon, pengukuran ph dan
kelembaban tanah pada saat pemupukan. Pemupukan budidaya lemon ini
dilakukan setahun 4 kali.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
NUR FATIMAH CANDHA SARI
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords LEMON; KEBUN LEMON SABILA FARM 4
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 13:51
Last Modified 24 Oct 2026 16:51
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7308

Actions (login required)

View Item
View Item