TRUNOJOYO-KP-24549-190351100060-LAPORAN PKL_IKE HIDHAYATUL S_190351100060.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Perairan Indonesia yang seluas 3,25 juta km2 menjadi 44,7% habitat ikan,
40% habitat moluska, serta 8,6% habitat rumput laut (Adam, 2018). Kekayaan
sumberdaya perikanan di Indonesia tersebut dapat dikembangkan menjadi
berbagai macam olahan produk perikanan sehingga menjadikannya sebagai
sumber makanan sehari-hari bagi masyarakat. Produk perikanan juga berperan
sebagai penyumbang devisa negara dengan nilai ekspor yang mengalami rata-rata
kenaikan sebesar 8,28% pada tahun 2003-2007. Indonesia mendapatkan peringkat
10 dalam ekspor produk perikanan dengan pasar utama meliputi Jepang, Amerika,
serta Eropa (Hartati, 2016).
Produk perikanan digemari oleh masyarakat karena memiliki potensi
untuk menjadi sumber protein hewani terbesar karena mengandung makronutrien
dan mikronutrien yang penting bagi manusia, yaitu protein, lemak, sedikit
karbohidrat, vitamin, dan garam-garam mineral. Produk perikanan, khususnya
ikan, memiliki rasa khas yang gurih dan manis sehingga sering dijadikan lauk
oleh masyarakat. Manfaat yang dapat diperoleh dengan mengonsumsi produk
perikanan diantaranya sebagai sumber energi untuk aktivitas sehari-hari, sumber
zat pembangun yang dapat membantu memelihara tubuh, sumber pertahanan
tubuh dari serangan penyakit, serta sumber pengaturan kelancaran proses
fisiologis dalam tubuh (Damongilala, 2021).
Produk perikanan khususnya produk perikanan segar mengalami
kemunduran kualitas yang cepat sehingga ikan termasuk produk yang mudah
rusak (high perishable). Faktor yang memengaruhi kemunduran kualitas ikan
adalah karena kadar air dan protein yang tinggi, serta terdapat aktivitas
mikroorganisme pada lapisan dagingnya (Ardiani dan Fadhil, 2017). Pengujian
dan pengidentifikasian kualitas suatu produk perikanan tersebut diperlukan untuk
mengetahui kelayakannya sebelum dipasarkan (Hartati, 2016). Pengujian
organoleptik merupakan salah satu pengujian yang banyak digunakan dalam
penilaian kualitas suatu produk perikanan karena pengujian ini mengandalkan
kelima indera manusia yang meliputi aroma (hidung), tekstur (kulit), rasa (lidah), suara kerenyahan (telinga), dan kenampakan (mata) (Lamusu, 2018). Pentingnya
informasi tentang pengujian organoleptik pada produk perikanan di BPMHP
Semarang yang meliputi uji sensori serta uji bobot tuntas masih kurang banyak
diketahui oleh masyarakat luas, sehingga perlu untuk mengetahui hasil pengujian
organoleptik pada produk perikanan untuk keberlanjutan data Praktik Kerja
Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di BPMHP Semarang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IKE HIDHAYATUL SHOLEHAH |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | PRODUK PERIKANAN; BALAI PENGUJIAN MUTU HASIL PERIKANAN (BPMHP) SEMARANG JAWA TENGAH |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:46 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:51 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7271 |
