TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH PADI (Oryza Sativa L.) VARIETAS IR 64 DI PT.ARINDO UTAMA PERKASA,PATI,JAWA TENGAH

Adelia Juniasti Perangin-Angin (2021) TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH PADI (Oryza Sativa L.) VARIETAS IR 64 DI PT.ARINDO UTAMA PERKASA,PATI,JAWA TENGAH. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24548-180311100109-Adelia Juniasti_180311100109_LAPORAN PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24548-180311100109-Adelia Juniasti_180311100109_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) adalah salah satu tanaman semusim yang
termasuk ke dalam golongan rumput-rumputan berasal dari genus Oryza, famili
Graminae (poaceae) dan salah satu spesiesnya adalah Oryza sativa L. Padi
mempunyai bagian vegetatif seperti akar, batang dan daun. Akar padi termasuk
kedalam jenis akar adventif atau yang biasa kita kenal sebagai akar serabut.
Tumbuhan padi (Oryza sativa L. termasuk ke dalam golongan tumbuhan
gramineae; hal ini dapat di lihat dari batangnya yang beruas dan berbuku.
Tanaman padi dapat tumbuh dengan baik di daerah yang berhawa panas dan
banyak mengandung uap air dengan curah hujan rata rata 200 mm per bulan atau
lebih. Pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa L.) saat ini tersebar luas di
seluruh dunia dan hampir tumbuh di seluruh bagian dunia yang memiliki cukup
air dan suhu udara yang cukup hangat. Padi memiliki jenis daun sempurna dengan
pelepah tegak, helai daun berbentuk lanset, tulang daun sejajar dan bewarna hijau
muda hingga hijau tua. Bunga tersusun majemuk, tipe malai bercabang.
Pertumbuhan padi dibagi menjadi tiga fase yaitu fase vegetatif, reproduktif dan
pemasakan. fase vegetatif di mulai saat awal pertumbuhan atau perkecambahan
sampai pembentukan malai. Fase reproduktif dimulai dari pembentukan malai
sampai berbunga. Fase pemasakan di mulai dari berbunga sampai gabah matang
atau panen.
Padi (Oryza sativa L.) adalah salah satu bahan pangan utama bagi indonesia
dan jika di lihat di indonesia produksi padi nasional belum mencukupi kebutuhan
penduduk dan pada saat ini sudah terdapat beberapa kebijakan kebijakan yang di
lakukan misalnya pemakaian varietas unggul, penerapan sarana irigasi,
penggunaan subsidi benih, pupuk dan penggunaan pestisida dalam meningkatkan
produksi padi secara nasional (Dewa et al. 2007). Tanaman padi (Oryza sativa L.)
adalah tanaman pangan yang penting, dimana padi telah menjadi makanan pokok
yang banyak di konsumsi masyarakat di dunia. Di indonesia sendiri tanaman ini
adalah komoditas utama dalam mempertahankan pangan masyarakat. Indonesia
sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar menghadapi tantangan dalam
memenuhi kebutuhan. Kebutuhan pangan menjadi fokus utama dalam pembangunan pertanian. Berdasarkan data BPS pada tahun 2011 menunjukkan
bahwa konsumsi beras pada tahun 2011 mencapai 139 kg kapita per tahun dengan
jumlah penduduk 237 juta jiwa, akibatnya konsumsi beras nasional pada tahun
2011 mencapai 34 juta ton. Kebutuhan akan beras terus menerus meningkat
seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dari pertumbuhan
produksi pangan yang tersedia (Fita,2013). Klasifikasi ilmiah dari tanaman padi
(Oryza sativa L.) sendiri adalah :
Kerajaan : Plantae
Ordo : poales
Famili : poaceae
Genus : Oryza
Spesies : Oriza sativa L (Fita,2013).
Tahun 1969 sebenarnya upaya peningkatan produksi padi secara nasional
sudah di awali salah satunya adalah lewat program bimas gotong royong, dengan
menerapkan teknologi panca usaha secara parsial misalnya salah satunya adalah
berupa varietas unggul seperti IR5 dan IR8, pemberian pupuk dan penyemprotan
hama, melalui beberapa cara tersebut telah berhasil meningkatkan produksi beras
sekitar tahun 1969 menjadi 12,25 juta ton dan juga sekitar 11,67 ton pada tahun
1968. Di tahun selanjutnya yaitu pada tahun 1970 telah di terapkan panca usaha
lengkap dengan menambahkan komponen teknologi pengairan sehingga produksi
padi terus meningkat dengan makin meluasnya areal pertanaman padi. Salah satu
bisnis yang menjanjikan di dunia pertanian adalah produksi benih padi dimana
pada bisnis ini kerjasama antara produsen dan penangkar benih padi akan
menguntungkan kedua belah pihak dan akan meningkatkan skala produksi.
Petani membutuhkan benih bersertifikat dari varietas unggul karena
kemampuan untuk meningkatkan produktivitas usaha tani dimana dengan adanya
benih tersebut tingkat produksi padi para petani akan meningkat. Penggunaan
benih unggul akan sangat menunjang usaha tani padi. Produktivitas lahan yang
tinggi bisa meningkatkan pendapatan petani dan hal ini di perlukan karena harga
produk non pertanian juga terus meningkat. Petani akan tetap tertarik menanam
padi dengan menggunakan benih yang bersertifikat. menghasilkan benih yang
memiliki mutu genetik dan fisiologis yang tinggi, faktor kondisi lingkungan tumbuh akan sangat menentukan. Selain tersedia benih dalam jumlah yang cukup,
untuk mendorong percepatan penggunaan benih bermutu di perlukan upaya
penangkaran dan sertifikasi benih. Mutu benih yang tinggi berpengaruh terhadap
mutu beras yang di hasilkan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Adelia Juniasti Perangin-Angin
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords BENIH PADI IR 64; PT.ARINDO UTAMA PERKASA,PATI,JAWA TENGAH
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 13:45
Last Modified 24 Oct 2026 16:51
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7269

Actions (login required)

View Item
View Item