TRUNOJOYO-KP-24532-190351100038-Al Kafi U M 190351100038 laporan akhir PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Perikanan di Indonesia memiliki potensi dan kekayaan sumberdaya yang
cukup besar. Perikanan budidaya merupakan sektor yang perlu ditingkatkan dan
dikembangkan produksinya. Budidaya merupakan salah satu kegiatan alternatif
untuk meningkatkan produksi perikanan. Komoditas perikanan di Indonesia sangat
beragam, salah satunya udang. Komoditas udang meliputi udang vaname, udang
windu, udang galah, dan udang putih. Peningkatan budidaya komoditas udang
diperlukan dalam memacu peningkatan produksi, konsumsi udang domestic, dan
tujuan ekspor. Udang putih merupakan salah satu komoditas yang penting untuk
ditingkatkan produksinya. Kelebihan budidaya udang jenis ini antara lain memiliki
siklus reproduksi relatif cepat, tahan penyakit, konversi pakan rendah, dan
toleransi salinitas yang lebar (Nur et al., 2018).
Budidaya udang putih diakukan untuk mencegah terjadinya kelangkahan
stok atau speciesnya. Budidaya dilakukan untuk melestarikan dan menambah
ketersediaan benih udang putih di Indonesia. Menurut Wahyuni et al. (2017) alat
yang digunakan dalam penangkapan udang putih dinilai kurang selektif, sehingga
semua ukuran udang ikut terangkat. Perlu dilakukan bubidaya untuk mengurangi
penangkapan udang putih yang dilakukan masyarakat dan menjaga kelestarian
udang putih. Udang putih perlu untuk dikenalkan kepada masyarakat untuk
dibudidayakan. Udang putih memiliki keunggulan yang tidak kalah dari jenis udang
lainnya. Udang putih lebih tahan terhadap penyakit dan fluktuasi kualitas air
sehingga proses bubidaya udang putih tergolong cukup mudah dibanding jenis
udang lain.
Permasalahan utama yang sering ditemukan dalam kegagalan produksi
udang adalah buruknya kualitas air selama masa pemeliharaan. Pengelolaan
kualitas air berperan penting dalam menentukan keberhasilan produksi budidaya
udang. Udang adalah hewan air yang segala kehidupan, kesehatan dan
pertumbuhannya tergantung pada kualitas air sebagai media hidupnya.
Pengukuran kualitas air selama pemeliharaan udang penting dilakukan untuk
mengetahui gejala-gejala yang terjadi sebagai akibat perubahan salah satu
parameter kualitas air. Mengetahui gejala-gejala tersebut maka dapat diambil tindakan untuk mengatasi perubahan-perubahan yang kurang baik terhadap
sintasan dan pertumbuhan udang yang dipelihara (Makmur et al., 2018).
Kualitas air menjadi faktor yang penting dikarenakan air dalam tambak
menjadi lingkungan hidup udang. Kualitas air tambak semakin lama akan semakin
menurun seiring dengan bertambahnya waktu pemeliharaan, terutama pada
tambak intensif. Hal tersebut dapat terjadi karena akumulasi senyawa beracun dari
pakan yang tidak termakan, hasil metabolisme udang (feses) dan persaingan
udang yang tinggi untuk mendapatkan oksigen. Akumulasi senyawa beracun
seperti amonia dan nitrit dapat menyebabkan kematian pada udang. Senyawa
beracun tersebut menyebabkan kandungan oksigen terlarut dalam tambak
semakin berkurang dan menyebabkan kualitas air tambak akan menurun sehingga
selama pemeliharaan udang perlu dioksidasi (Supono, 2018).
Senyawa beracun dan konsumsi oksigen udang menyebabkan kualitas air
pada tambak pemeliharaan udang dapat semakin menurun. Penurunan kualitas
air budidaya disebabkan oleh limbah budidaya yang mengandung bahan organik
dan nutrien baik yang bersifat partikel tersuspensi maupun terlarut. Limbah
budidaya udang berupa bahan organik merupakan sumber utama ammonia di
media budidaya. Kadar amonia yang tinggi berpengaruh negatif terhadap
kehidupan organisme akuatik dan bersifat toksik bagi organisme. Menurut Hidayat
(2018) pengelolaan dan perlakuan dalam menjaga kondisi kualitas air perlu
dilakukan agar pertumbuhan udang dapat maksimal dan tidak menyebabkan
datangnya penyakit pada udang. Pengelolaan kualitas air perlu adanya
pemahaman lebih dalam budidaya udang putih,sehingga diperlukan pelaksanaan
Praktik Kerja Lapang (PKL) mengenai teknik penanganan kualitas air tambak
pembesaran udang putih. BBPBAP Jepara sebagai lembaga pemerintah yang
mempunyai tugas pokok untuk uji terapan dan timbangan teknis terkait dengan
kegiatan budidaya komoditas air payau. Sehingga diperlukan untuk dilaksaakan
PKL di BBPBAP Jepara.
1.2 Tujuan
Pelaksanaan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini bertujuan agar mahasiswa
dapat mengetahui cara mengelola kualitas air baik dari monitoring pengecekan
parameter dan perlakuan untuk manjaga kualitas air pada tambak udang putih di
BBPBAP Jepara. Khusunya pada teknik penanganan kualitas air tambak
pembesaran udang putih.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AL KAFI UBAIDILLAH MUBAROK |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | UDANG PUTIH; BBPBAP JEPARA |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:51 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7236 |
