TRUNOJOYO-KP-24531-190351100006-Clara Anggraeni_190351100006_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) merupakan salah satu spesies
budidaya perikanan laut yang tebilang masih baru di Indonesia, pada tahun 2007
pembenihan Bawal Bintang sudah berhasil di Balai Budidaya Laut Barat yang
pertama kali di Indonesia, Ikan Bawal Bintang mempunyai pertumbuhan yang
cepat, tahan penyakit, mudah dipelihara dan merupakan perenang aktif.
Keunggulan inilah yang menjadikan permintaan pasar semakin tinggi mulai dari
tingkat lokal dan internasional. Menurut (Arrokhman et al., 2012) budidaya Bawal
Bintang pada tahap pembesarannya banyak dibudidayakan dilaut dengan sistem
keramba jaring apung (KJA) namun potensi untuk membudidayakan ikan Bawal
Bintang ditambak bersalinitas rendah juga mampu dilakukan.
Kegiatan budidaya semakin modern seiring berkembangnya zaman.
Budidaya ada yang dilakukan secara intensif dan ada pula yang masih tradisional.
Budidaya ikan dengan teknologi intensif memiliki ciri-ciri yakni padat tebar benur
yang tinggi, adanya pakan tambahan (pellet) dan sarana yang memadai
(Romadhona et al., 2016). Budidaya yang menggunakan teknologi intensif
membutuhkan benih yang berkualitas agar mendapatkan hasil yang optimal.
Proses budidaya ikan dibagi menjadi beberapa proses yakni pembenihan hingga
pembesaran. Kegiatan pembenihan meliputi pemilihan benur yang bagus.
Kegiatan pembesaran ikan yang optimal meliputi persiapan tambak, pemilihan dan
penebaran benur, pemeliharaan kualitas air, pengelolaan pakan, pengendalian
penyakit dan panen. Proses budidaya juga perlu adanya pemberian dosis pakan
yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan yang signifikan, pada tambak ikan
intensif rata-rata pakan yang yang diberikan 100% adalah pakan buatan (pellet)
(Purnamasari et al., 2017).
Manajemen pakan merupakan hal penting untuk menunjang keberhasilan
dalam berbudidaya, diharapkan dengan pemberian pakan yang dimanajemen
mampu menghasilkan pertumbuhan yang efektif dan optimal. Penerapan yang
dilakukan yakni pengaturan dosis pakan yang akan diberikan kepada ikan, berapa
kali dalam 1 hari. Rata-rata para pembudidaya memberikan pakan menurut
kebiasaan makannya, tanpa memperhatikan kandungan nutrisi, kualitas dan waktu
pemberian pakan yang tepat. Manajemen pakan mengharuskan pakan yang diberikan tepat dosis, kualitas dan waktu agar partumbuhan ikan bisa maksimal
(Fitriadi et al., 2020). Pakan yang dibutuhkan ikan sebagai sumber nutrisi terdiri
dari protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral yang dibutuhkan udang untuk
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM CLARA ANGGRAENI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN BAWAL BINTANG; BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BBPBAP) JEPARA |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:51 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7235 |
