MANAJEMEN AGRIBISNIS DI USAHA AYAM SRI REJEKI BROILER KECAMATAN BANTAR GEBANG KOTA BEKASI

SULTAN KAAFI FANJABARA (2022) MANAJEMEN AGRIBISNIS DI USAHA AYAM SRI REJEKI BROILER KECAMATAN BANTAR GEBANG KOTA BEKASI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24497-190321100114-PKL_Sultan Kaafi Fanjabara_190321100114.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24497-190321100114-PKL_Sultan Kaafi Fanjabara_190321100114.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (866kB)

Abstract

Peternakan merupakan kegiatan pengembangbiakan serta pemeliharaan
hewanguna mendapatkan manfaat atau hasil dari kegiatan yang dilakukan
(Annisa et al., 2015) . Adapun hewan yang biasa diternakkan di Indonesia
diantaranya sapi, domba, kambing, ayam, babi, dan lain sebagainya. Hasil dari
ternak yang dilakukan oleh para peternak berupa daging, telur, susu, dan bahan
pakaian dari kulit hewan ternak. Selain itu, kotoran dari hewan ternak juga dapat
digunakan sebagai penyubur tanah. Hal yang menjadi kegiatan beternak seperti
pemberian makan, pengembangbiakan, pemeliharaan, serta penjagaan
kesehatan hewan ternak sehingga dapat mendaparkan hasil ternak yang
maksimal.
Pembangunan sub sektor pertanian sedang berlangsung, dan memiliki tujuan
salah satunya yakni mencukupi kebutuhan hewani. Di Indonesia, kebutuhan
hewani semakin meningkat, kebutuhan tersebut berupa daging, susu dan telur.
Mengingkatnya kebutuhan hewani tersebut seiring dengan penduduk Indonesia
yang populasinya mengalami peningkatan serta bertambahnya kesadaran
masyarakat Indonesia akan pentingnya mengonsumsi makanan yang bergizi
(Kartikasari et al., 2019) . Apabila kondisi tersebut tidak diimbangi dengan usaha
dalam bidang peternakan yang baik, maka berkemungkinan masyarakat
Indonesia akan mengalami krisis protein. Guna mengimbangi keadaan saat ini,
pemerintah melakukan berbagai kebijakan guna mengembangkan bidang
peternakan salah satunya yakni peternakan unggas, khususnya ayam pedaging
(broiler) yang saat ini telah mengalami perkembangan (Bambang Cahyono,
1995).
Ayam broiler juga biasa disebut dengen ayam ras pedaging (broiler). Ayam
broiler merupakan ayam persilangan dari berbagai ras ayam sehingga menjadi
ras ayam ayang memiliki daya produktivitas tinggi, khususnya dimanfaatkan
guna diambil dagingnya (Kartikasari et al., 2019) . ayam broiler dengan mutu
genetik yang baik akan maksimal jika jika selama masa perawatan ayam tersebut
juga bermutu, hal tersebut didukung dengan adanya faktor lingkungan yang
mendukung, seperti halnya sistem perkandangan yang baik, pakan yang
berkualitas tinggi, serta perawatan kesehatan ayam guna pencegahan dari
penyakit.pesatnya perkembangan ayam broiler juga sebagai upaya guna
mengimbangi kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam. Pemasaran menjadi proses sosial baik secara individu maupun secara
kelompok yang memiliki keterlibatan. Biaya pemasaran mejadi biaya yang
dikeluarkan oleh suatu lembaga pemasaran berkaitan pada pelaksanaan fungsi
pemasaran (Dahlan & Hudi, 2011) . Fungsi pemasaran yang dimaksud
diantaranya bagian pengumpulan, penyimpanan serta pengangkutan. Biaya
pemasaran didalamnya juga termasuk waktu kerja, resiko, kerusakan, kredit dan
pemeluharaan informasi (Soekartawi, 2007). Menurut Majid (2008)passar
tradisional menjadi tempat pembeli dan penjual bertransaksi secara langsung
dengan melakukan proses tawar menawar.
Semakin bertambahnya permintaan terhadap daging ayam broiler
memerlukan produksi yang melibatkan pemilik modal dan masyarakat sekitar.
Dua komponen tersebut memiliki keterkaitan pada penguasaan sumberdaya
ekonomi. Pada satu pihak memliki modal serta teknologi dalam usaha, akan
tetapi kekurangan tenaga kerja dan lahan., sedangkan pihak kedua memiliki
lahan serta tenaga kerja akan tetapi tidak memiliki penguasaan dalam bentuk
modal dan teknologi (Rukmini, 2019) . Penanganan dalam hal tersebut diperlukan
suatu bentuk usaha yang dapat mendekatkan keduanya yakni bermitra dengan
tujuan saling memperoleh keuntungan antara keduanya.
Terlepas dari permasalahan tersebut, lahan dan Sumber Daya Manusia
(SDM) menjadi aset penting dalam menjalankan usaha ayam broiler, dimana hal
tersebut berada di seluruh sudut struktural organisasi usaha ayam broiler. Oleh
karena itu sangat diperlukan aspek tersebut dalam rangka mencapai tujuan
suatu usaha. Kegiatan yang dilakukan di usaha ayam Sri Rejeki Broiler bertujuan
untuk memenuhi kebutuhan konsumen ayam serta sesama pedagan yang ada di
pasar khususnya pada daerah Bantar Gebang Kota Bekasi. Kegiatan tersebut
diarahkan untuk memanfaatkan keunggulan kompartif dan peluang usaha
khususnya pada daerah Bantar Gebang Kota Bekasi.
Usaha Ayam Sri Rejeki Broiler merupakan salah satu penyedia ayam
pedaging (broiler) yang berdiri pada tahun 2019. Jarak yang perlu ditempuh
untuk ke tempat usaha ayam Sri Rejeki Broiler kurang lebih berjarak 2-3 km dari
Kantor Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi.
Harapan utama dengan dilakukanya Praktik Kerja Lapang (PKL) ini disamping
meningkatkan keahlian mahasiswa sesuai dengan tuntutan dumia kerja,
mahasiswa juga mampu memiliki etos kerja yang tinggi, melalui berbagai kegiatan penelitian terkait sistem pemasaran ayam broiler yang ada pada Usaha
Ayam Sri Rejeki Broiler.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
SULTAN KAAFI FANJABARA
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords MANAJEMEN AGRIBISNIS; USAHA AYAM SRI REJEKI BROILER KECAMATAN BANTAR GEBANG KOTA BEKASI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 13:29
Last Modified 24 Oct 2026 16:51
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7116

Actions (login required)

View Item
View Item