TEKNIK PENGELOLAAN KUALITAS AIR PADA PEMELIHARAAN LARVA UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) DI UNIT KERJA BUDIDAYA AIR PAYAU (UKBAP) SAMAS D.I YOGYAKARTA

Ainun Nuraisyatu Husna (2022) TEKNIK PENGELOLAAN KUALITAS AIR PADA PEMELIHARAAN LARVA UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) DI UNIT KERJA BUDIDAYA AIR PAYAU (UKBAP) SAMAS D.I YOGYAKARTA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24494-190351100048-Ainun Nuraisyatu Husna-190351100048-Laporan Pkl-MSP.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24494-190351100048-Ainun Nuraisyatu Husna-190351100048-Laporan Pkl-MSP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Udang galah merupakan salah satu komoditas unggulan dengan
permintaan pasar yang sangat besar. Udang ini diminati baik di pasar lokal
maupun internasional karena memiliki keunggulan nilai gizi dan nilai ekonomis
yang tinggi . Selain itu, udang ini juga merupakan jenis udang yang mempunyai
toleransi yang cukup tinggi terhadap fluktuasi kualitas air (Tjahyo et al., 2017).
Meskipun mempunyai banyak keunggulan, namun apabila kondisi lingkungan
seperti kualitas air tidak sesuai dengan standar untuk budidaya, tentu akan dapat
menyebabkan kematian dan akhirnya kerugian dalam usaha budidaya.
Rendahnya kualitas air pada media pemeliharaan dapat mengakibatkan
rendahnya tingkat pertumbuhan, proses metabolisme dan sintasan udang
(Hartini et al., 2013). Kualitas air yang buruk dan tidak terkontrol dapat menjadi
sumber penyakit yang dapat menyebabkan udang stres bahkan kematian. Dalam
proses budidaya, udang akan terkena tekanan akibat perubahan lingkungan
yang bervariasi termasuk faktor alam, misalnya salinitas dan suhu (Khartiono et
al., 2014).
Pembenihan udang galah sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan,
termasuk di dalamnya faktor kualitas air. Salinitas menjadi salah satu faktor yang
sangat penting karena berpengaruh terhadap kehidupan udang galah. Salinitas
mempengaruhi secara langsung pada aktivitas fisiologis, baik pada proses
osmoregulasi maupun bioenergetik udang galah. Salinitas memiliki hubungan
erat dengan tekanan osmotik dan sifat ionik air. Semakin besar jumlah ion
terlarut dalam air, maka salinitas dan kepekatan osmotik larutan akan semakin
tinggi. Perubahan salinitas akan menyebabkan perubahan tekanan osmotik
maupun tekanan ionik air (Riani et al., 2010). Pengaturan tekanan osmotik air
pada media pemeliharaan udang galah akan menghasilkan komposisi dan
konsentrasi ionik air cairan dalam sel dengan cairan luar sel yang seimbang. Hal
tersebut sejalan dengan laporan Aini et al. (2018) yang menjelaskan bahwa
perkembangan udang galah yang tinggi dapat diperoleh dengan cara menjaga
kondisi lingkungan budidaya, yaitu dengan cara meminimalkan penggunaaan
energi untuk proses osmoregulasi sehingga energi dapat digunakan untuk
memaksimalkan perkembangan udang galah.
Udang galah memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi dan untuk
melakukan kegiatan budidaya perlu adanya ketersediaan benih yang mempunyai
kualitas baik. Berdasarkan data statistik tahun 2001 produksi benih udang galah
di Indonesia masih terbatas. Di Jawa Barat hanya terdapat satu UPUG (Unit
Pembenihan Udang Galah) dengan total produksi benur sebesar 300.000 ekor
per tahun, di Jawa Tengah terdapat tujuh UPUG dengan produksi benur
mencapai 11.809.000 ekor per tahun, di Bali terdapat sembilan UPUG dengan
total produksi benur sebanyak 7.786.000 ekor per tahun. Sementara itu unit
pembenihan di Jawa Timur dalam kondisi kurang berproduksi (Tjahyo et al.,
2017).
Unit Kerja Budidaya Air Payau (UKBAP) Samas merupakan salah satu
instalasi yang telah berhasil dan tersertifikasi oleh Badan Sertifikasi Nasional
(BSN) dalam pembenihan Udang Galah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan tentang pemeliharaan larva udang galah, maka
praktek kerja lapang (PKL) tentang pemeliharaan larva Udang Galah
(Macrobrachium rosenbergii) perlu dilaksanakan di Unit Kerja Budidaya Air
Payau (UKBAP) Samas D.I Yogyakarta.
Unit Kerja Budidaya Air Payau (UKBAP) Samas, Bantul, Daerah Istimewa
Yogyakarta merupakan unit pembudidaya udang galah dengan produksi terbesar di pulau Jawa (Binur dan Pancoro, 2017). Saat ini, induk udang galah yang
tersedia di UKBAP Samas berasal dari populasi Siratu, GIMacro, Mahakam, dan
Bengawan Solo. Populasi Siratu (Seleksi Individu di Pelabuhan Ratu) berasal
dari persilangan udang galah Sungai Bone (Sulawesi Selatan), Sungai Citanduy
(Jawa Barat) dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur). Populasi GIMacro
(Genetic Improvement of Macrobrachium rosenbergii) berasal dari persilangan
udang galah Kalipucang (Jawa Barat), Cimanuk (Jawa Barat), dan Sungai Musi
(Sumatera Selatan) (Khairuman dan Amri, 2004). Populasi Mahakam merupakan
udang galah tangkapan dari sungai Mahakam (Kalimantan Timur), yang telah
diseleksi dan didomestikasi oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar
(BBPBAT) Sukabumi. Sedangkan populasi Bengawan Solo merupakan
tangkapan dari Sungai Bengawan Solo daerah Lamongan yang telah diseleksi
oleh Unit Pengelola Budidaya Laut Probolinggo.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Ainun Nuraisyatu Husna
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords LARVA UDANG GALAH; UNIT KERJA BUDIDAYA AIR PAYAU (UKBAP) SAMAS D.I YOGYAKARTA
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 13:28
Last Modified 24 Oct 2026 16:51
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7112

Actions (login required)

View Item
View Item