TRUNOJOYO-KP-24479-190351100026-LAPORAN PKL_AYU SULISTIANI_190351100026.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Salah satu indikator pencemaran mikrobia adalah keberadaan bakteri coliform.
Coliform merupakan kelompok bakteri yang berbentuk batang, gram negatif, tidak
membentuk spora, aerobik dan anaerobik fakultatif yang memfermentasi laktosa
dengan menghasilkan asam yang ditandai dengan terbentuknya gas pada tabung yang
telah diinkubasi pada media yang sesuai. Bakteri coliform dibagi menjadi dua macam
yaitu bakteri faecal coliform dan non fecal coliform. Bakteri fecal coliform bersifat
patogen sehingga dapat menimbulkan penyakit. Bakteri coliform masuk dalam famili
Enterobacteriaceae yang mempunyai 14 genus. Bakteri faecal coliform yang menjadi
indikator keamanan pangan seperti Escherchia coli, Salmonella, Stapylococcus
aureus dan Vibrio cholera (Waluyo, 2007).
Contoh kasus seperti penolakan produk perikanan Indonesia oleh Uni eropa
pada tahun 2007 2017 karena cemaran bakteri patogen Salmonella, terdapat 12
kasus cemaran bakteri Salmonella pada produk udang, octopus dan paha kodok.
Cemaran bakteri Vibrio parahaemoliticus ditemukan sebanyak 2 kasus dan
Staphylococcus aureus sebanyak 1 kasus. Penyebab penolakan ini menjadi urutan
ketiga setelah merkuri dan histamin. Faktor yang mempengaruhi adanya mikroba
pada produk perikanan dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor
internal berasal dari jenis ikan karena di dalam tubuh ikan terdapat komponen zat
yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba. Faktor eksternal dapat disebabkan oleh
penanganan yang kurang tepat dari mulai proses kedatangan bahan baku sampai
dengan pendistribusian (Irawati et al., 2019).
Pengujian secara mikrobiologi ini penting untuk dilakukan sebelum produk
perikanan dipasarkan kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, untuk memperdalam
pengetahuan mahasiswa mengenai pengujian mikrobiologi khususnya pengujian
ALT, E. coli dan Salmonella diperlukan pengalaman praktik kerja lapang sehingga
penulis mendapat kesempatan untuk melaksanakan PKL (Praktik Kerja Lapang) di
Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) Semarang. Balai tersebut berada di
naungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah yang bergerak di
bidang pengujian hasil perikanan dan pengolahan mutu hasil perikanan. Pengujian
mikrobiologi yang dilakukan terdiri atas pengujian ALT (Angka Lempeng Total), E. coli, Coliform, Salmonella, Staphlococcus aureus, ALT air, E. coli air, dan Coliform
air. Pengujian mikrobiologi (ALT, E. coli, dan Salmonella) yang dilakukan pada
produk perikanan perlu adanya peninjauan lebih rinci sehingga kegiatan praktik kerja
lapang yang dilaksanakan memberi manfaat dan pengetahuan bagi mahasiswa.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AYU SULISTIANI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | MIKROBIOLOGI; BPMHP SEMARANG |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:24 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:51 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7071 |
