MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN PADA PEMBESARAN IKAN LELE MUTIARA (Clarias gariepinus) DI KARAMBA TANCAP BALAI BENIH IKAN PAMEKASAN

LAYLA REGITA CAHYANI (2022) MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN PADA PEMBESARAN IKAN LELE MUTIARA (Clarias gariepinus) DI KARAMBA TANCAP BALAI BENIH IKAN PAMEKASAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24478-190351100042-Laporan pkl layla_190351100042 .pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24478-190351100042-Laporan pkl layla_190351100042 .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (625kB)

Abstract

Pemberian pakan harus memperhatikan tingkat kekenyangan ikan dan
nafsu makan ikan supaya pakan dapat dicerna oleh tubuh secara optimal. Perut
ikan harus dikosongkan terlebih dahulu dalam beberapa waktu sehingga nafsu
makan ikan dapat terangsang dan interval optimum serta pemberian pakan harus
disesuaikan dengan pengosongan perut ikan supaya ikan dapat memakan dengan
lahap dan tumbuh secara optimal. Pemberian pakan pada waktu yang tepat
berkaitan dengan frekuensi pemberian pakan pada ikan yang dapat menjadikan
ikan tumbuh secara optimal. Pakan yang dipilih untuk ikan air tawar tidak hanya
dilihat dari nilai gizi dan efisiensi biaya tetapi juga harus mempertimbangkan
kriteria lainnya seperti pencernaan, kandungan racun dan ketersedian pakannya.
Pakan ikan yang dikonsumsi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu seperti
ukuran tubuh ikan, stadia, ketersediaan pakan, laju pengosongan lambung,
aktivitas dan kesehatan tubuh ikan, serta kualitas air (Hanief et al., 2014).
Faktor pendukung dalam suatu budidaya perikanan adlah kualitas air,
karena air merupakan media kehidupan ikan yang- akan dibudidaya. Kualitas air
juga termasuk kedalam faktor penentu keberhasilan dalam suatu budidaya yang
bertujuan untuk menjaga kehidupan ikan dapat tumbuh dengan baik, karena
apabila kualitas air dalam perairan tersebut buruk maka dapat menjadi
penghambat bagi pertumbuhan dan kehidupan ikan lele mutiara (Rihi et al., 2019).
Ikan lele mutiara dapat hidup di perairan yang bersih ataupun keruh. Sungai ataupun lahan yang tidak terpakai dapat dijadikan karamba tancap untuk menjadi
lahan budidaya ikan lele mutiara. Budidaya ikan lele mutiara dengan
memanfaatkan lahan seperti karamba tancap sudah sering dilakukan oleh
masyarakat yang pemukimannya berada di sekitar sungai atau lahan tidur.
Budidaya dengan menggunakan media karamba tancap tersebut juga dapat
menambah perekonomian masyarakat sekitar (Baharuddin et al., 2017)
Penelitian yang dilakukan oleh Lingga Kurniawan (2013) Pemberian
variasi makanan pada lele dumbo dilakukan di Tulungagung, Desa Karangtalun,
Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Ikan lele diberi
makan sebanyak dua kali sehari yaitu pada jam 07.00 dan 16.00 dan diberi makan
sebanyak 3% dari total berat badan ikan, variasi pemberian pakan 70:30.
Kandungan pakan yang diberikan yaitu kontrol pellet (100:0) protein 280 g, lemak
400 g, abu 130 g abu, serat kasar 60 g, air 120 g. Keong mas pelet (30:70) 346
g protein, 287 g lemak, 132 g abu, 55 g serat kasar, 174 g air. Pelet kotoran
puyuh (70:30) 280 g protein, 301 g lemak, 167 g abu, 109 g serat kasar, 177 g air.
Haisl pemberian pakan dengan variasi 70 : 30 tidak berbeda nyata terhadap
petumbuhan panjang dan berat pada ikan lele tetapi dapat mengurangi biaya
pakan kurang lebih sebanyak 25% dari kontrol.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
LAYLA REGITA CAHYANI
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords IKAN LELE MUTIARA; KARAMBA TANCAP; BALAI BENIH IKAN PAMEKASAN
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 13:24
Last Modified 24 Oct 2026 16:51
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7070

Actions (login required)

View Item
View Item