RESPON PERTUMBUHAN BIBIT CABAI (Capsicum annuum L.) ASAL BENIH DETERIORASI TERHADAP PERLAKUAN JENIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR

BAYU BRAWIJAYA SANTOSO (2022) RESPON PERTUMBUHAN BIBIT CABAI (Capsicum annuum L.) ASAL BENIH DETERIORASI TERHADAP PERLAKUAN JENIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24477-50_srt agro 2022_SuketArtikel_Bayu.pdf] PDF
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24477-50_srt agro 2022_SuketArtikel_Bayu.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (197kB)

Abstract

Strategi penggunaan benih deteriorasi di pembibitan melalui pemupukan pupuk organik cair (POC) karena memiliki unsur hara lengkap untuk pemenuhan vegetatif tanaman. Pupuk organik cair dapat dibuat secara mandiri dari bahan organik dan unsur eksternal atau terdapat yang sudah diformulasikan oleh produsen pupuk dengan berbagai merek dagang yang menjanjikan. Kadungan POC sebagai karakter mempunyai keunggulan berbeda apabila di aplikasikan pada benih deteriorasi tergantung bahan dasar pembuatannya. Pemberian pupuk lewat tanah mudah tercuci maka perlu aplikasi berulang sesuai frekuensi sebagai penanggulangan efektifitas pemupukan dalam peningkatan pertumbuhan bibit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan respon pertumbuhan bibit cabai dengan pemberian macam dan frekuensi POC maupun kombinasinya. Penelitian dilaksanakan di screen house CV. Multi Global Agrindo Karangpandan pada bulan september-oktober 2021. Penggunaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor pertama yaitu macam jenis (P) POC meliputi AgriTop (P0), Super Hijau (P1), MegaRhizo (P2), dan BioBoss (P3), kemudian faktor kedua yaitu frekuensi (F) pemeberian POC meliputi pemberian 1 kali (F1), 2 kali (F2), dan 3 kali (F3). Analisi data yang digunakan berupa ANOVA pada taraf 5% dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan faktor tunggal P berpengaruh pada jumlah akar, berat kering akar, berat kering total tanaman, pH dan EC media pada akhir pengamatan dengan respon terbaik P2. Sedangkan perlakuan F berpengaruh pada jumlah akar primer, berat kering akar, berat kering total tanaman dan kandungan klorofil di semua umur pengamatan dengan frekuensi pemupukan POC 3,3 mL 9,3 L air dengan 3 kali pemberian pada interval 5 hari. Pengaruh kombinasi faktor tunggal berbeda nyata hanya terhadap variabel luas daun pada umur 21 HSP yaitu perlakuan P2F2.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
BAYU BRAWIJAYA SANTOSO
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords Benih deteriorasi, bibit cabai, pupuk organik cair, pertumbuhan
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 13:23
Last Modified 24 Oct 2026 16:51
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7068

Actions (login required)

View Item
View Item