ANALISIS NITRIT PADA TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI TRAINING CENTER DAN LABORATORY PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA Tbk. PAITON, PROBOLINGGO, JAWA TIMUR

SELIYA FUJI SAFITRI (2022) ANALISIS NITRIT PADA TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI TRAINING CENTER DAN LABORATORY PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA Tbk. PAITON, PROBOLINGGO, JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24474-190351100055-Laporan PKL Seliya Super.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24474-190351100055-Laporan PKL Seliya Super.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan hasil perikanan yang semakin
meningkat. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan bahwa total
produksi perikanan RI pada tahun 2020 mencapai 23,16 juta ton. Disisi lain, ekspor
perikanan Indonesia mencapai 5,2 miliar dollar AS atau setara dengan Rp. 72,8
triliun selama tahun 2020. Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan
bahwa secara volume, komoditas utama didominasi oleh tuna, cakalang, rumput
laut, cumi, sotong, gurita, layur, dan udang. Beberapa tahun terakhir ini, komoditas
yang berkontribusi utama pada sektor budidaya perikanan di Indonesia adalah
udang putih.
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dikenal dengan nama udang
putih, merupakan salah satu spesies komoditas unggulan dengan introduksi asal
dari perairan Amerika Tengah dan negara-negara di Amerika Tengah dan Selatan
seperti Ekuador, Venezuela, Panama, Brasil dan Meksiko yang belum lama
dibudidayakan di Indonesia. Udang vaname merupakan komoditi sumber pangan
yang kaya protein, dengan harga yang relatif lebih murah, yang akhirnya dapat
mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi udang vannamei sebagai
pemenuhan gizi bagi kesehatan. Udang vaname juga memiliki rasa yang sangat
gurih dan kadar kolesterolnya yang lebih rendah dari pada hewan mamalia. L.
vannamei merupakan salah satu jenis udang yang sering dibudidayakan
(Susilowati et al., 2017)
Budidaya merupakan salah satu kegiatan alternatif dalam meningkatkan
produksi perikanan. Menurut Wulandari et al., (2015), syarat terlaksananya
kegiatan budidaya adalah adanya organisme yang dibudidayakan, media hidup
organisme, dan wadah/tempat budidaya. Komoditas vaname yang unggul
dihasilkan dari proses pemeliharaan harus memperhatikan aspek internal yang
meliputi asal dan kualitas benih; serta faktor eksternal mencakup kualitas air
budidaya, pemberian pakan, teknologi yang digunakan, serta pengendalian hama
dan penyakit (Fuady et al., 2013).
Upaya peningkatan hasil panen yang melimpah, maka pembudidaya
melakukan manipulasi padat tebar mulai dari sistem ekstensif hingga sistem
intensif. Semakin tinggi padat tebar maka akan menghasilkan peningkatan limbah metabolik yang disebabkan oleh jumlah pakan yang berlebih. Padat tebar yang
tinggi dan pemberian pakan yang banyak dapat menurunkan kondisi kualitas air.
Sisa pakan akan mengendap menjadi kotoran di dasar tambak dan berubah
menjadi senyawa toksik bagi udang karena penurunan kualitas air. Salah satu
senyawa yang dipengaruhi langsung yaitu nitrit (NO2) (Wulandari et al., 2015),
Senyawa nitrit yang berlebih di tambak akan menyebabkan menurunnya
kemampuan darah udang untuk mengikat O2, karena nitrit akan bereaksi lebih kuat
dengan hemocyanin yang mengakibatkan tingkat kematian udang tinggi. Selain
itu, tingginya senyawa nitrit di tambak juga akan menganggu proses pengeluaran
senyawa nitrit yang ada dalam tubuh udang, sehingga akan terakumulasi di dalam
tubuh udang. Penelitian tentang pengaruh pengelolaan kualitas air terhadap

kandungan bahan organik nitrit (NO2) perlu dilakukan untuk mengetahui ke-
efektifan pengelolaan kualitas air untuk mengurangi kandungan bahan organik

nitrit (NO2) dalam air tambak (Kusuma et al., 2017). Training Center dan
Laboratory PT. Central Proteina Prima Tbk. Paiton, probolinggo berisi laboratorium
yang khusus menganalisis sampel air tambak udang vaname, dan tempat
pelatihan yang banyak melahirkan analis laboratorium dan teknisi tambak yang
hebat, dimana hasil analisis nitrit maupun parameter lainnya memiliki tingkat
akurasi yang tinggi. Tempat tersebut juga membekali mahasiswa dengan ilmu
yang sangat berguna ketika memasuki dunia kerja, sehingga tepat untuk menjadi
lokasi Praktik Kerja Lapang penulis.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
SELIYA FUJI SAFITRI
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords UDANG VANAME; TRAINING CENTER DAN LABORATORY PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA Tbk. PAITON, PROBOLINGGO, JAWA TIMUR
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 13:22
Last Modified 24 Oct 2026 16:51
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7059

Actions (login required)

View Item
View Item