TRUNOJOYO-KP-24471-190351100041-LAPORAN PKL ELFIRA PUSPA SUGIANTI 190351100041.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Ikan lele merupakan jenis ikan yang memiliki tingkat pertumbuhan cepat
serta mampu hidup di perairan dengan kondisi buruk. Ikan lele hidup pada perairan
tawar dan sudah dibudidayakan secara luas oleh masyarakat khususnya di Pulau
Jawa. Ikan lele menjadi salah satu produk unggulan di masyarakat dan memiliki
nilai jual cukup tinggi serta budidayanya cukup mudah dilakukan (Sitio et al., 2017).
Ikan lele dapat dikonsumsi karena memiliki kandungan gizi cukup tinggi.
Salah satu spesies ikan lele yang saat ini dibudidayakan yaitu ikan lele mutiara
(Clarias gariepinus). Ikan lele mutiara memiliki kelebihan saat dibudidaya yaitu
pertumbuhannya cepat, pakan yang efisien, memiliki ukuran yang seragam, dan
tahan terhadap penyakit. Keunggulan lain dari ikan lele mutiara yaitu memiliki laju
pertumbuhan tinggi yaitu 20-70% lebih tinggi dari benih ikan lele lainnya dengan
waktu pemeliharaan singkat sekitar 45-50 hari pada kolam tanah dari benih tebar
dengan ukuran 5-7 cm atau 7-9 cm. Ikan lele mutiara diartikan (Mutu Tinggi Tiada
Tara) merupakan strain baru dari ikan lele Afrika Clarias gariepinus Burchell, 1822
yang dihasikan dari pengembangan Badan Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI)
Sukamandi dan telah dinyatakan lulus pada Penilaian Pelepasan Jenis/Varietas
pada tanggal 27 Oktober 2014. Ikan lele mutiara merupakan hasil seleksi dari G(3)
dimana generasi ini dibentuk dengan kombinasi persilangan empat strain lele
Afrika yang ada di Indonesia seperti lele mesir, lele paiton, lele sangkuriang dan
lele dumbo sebagai induk pembentuknya (Matasina dan Sartika, 2020).
Permintaan konsumen cukup besar terhadap ikan lele sebagai konsumsi.
Adanya peluang membuat pembudidaya ikan lele melakukan ekspor ke luar
negeri. Tahun 2011-2015 produksi ikan lele mengalami kenaikan sebesar 21,31%
pertahun. Produksi ikan lele dihasilkan dari kegiatan pembenihan, pendederaan
dan pembesaran ikan lele. Secara nasional hasil produksi ikan lele hasil dari
budidaya pada tahun 2011 sebesar 337.557 ton, dan mengalami kenaikan pada
tahun 2015 sebesar 772.623 ton. Tercatat konsumsi masyarakat Indonesia
terhadap ikan lele mengalami kenaikan lebih dari 70% sehingga pemenuhan target
ikan ikan lele sebesar 50,65 kg/kapita/tahun pada tahun 2018 dan tahun
selanjutnya akan tetap dipertahankan. Berdasarkan data dari Dinas Perikanan
Kabupaten Kampar pada tahun 2017, produksi benih ikan lele tertinggi sebesar
146.289.163 ekor (Tasyah et al., 2020). Budidaya perikanan dilakukan untuk memperoleh dan meningkatkan
produksi perikanan dengan ukuran panjang serta berat tertentu pada lingkungan
terkontrol dalam jumlah yang banyak dan mempertimbangkan biaya secara
efisien. Budidaya ikan lele harus memperhatikan dalam pembenihan dan
pembesaran yang dilakukan secara bersamaan. Pembenihan dilakukan sebagai
langkah awal proses produksi yang bertujuan untuk menghasilkan benih ikan
dengan standar mutu tinggi (Yulinda, 2012).
Produksi budidaya perikanan dapat dipengaruhi oleh kualitas benih,
kualitas pakan dan kualitas air. Kualitas air merupakan parameter yang penting
dalam suatu budidaya ikan. Kualitas air yang baik akan memberikan suasana yang
nyaman terhadap pergerakan ikan. Kualitas air yang layak juga mendukung
pertumbuhan ikan secara optimal sehingga mampu memberikan produktifitas yang
tinggi pada kolam. Proses pembenihan ikan lele yang berada pada kualitas air
buruk menyebabkan pertumbuhannya terganggu bahkan mengalami kematian.
Kematian yang sering terjadi pada saat proses pendederan disebabkan oleh sisa
pakan buatan yang ada di dalam air kolam sehingga menurunkan kualitas airnya
dan meningkatkan kandungan amoniak (Augusta, 2016). Balai Benih Ikan (BBI)
Pamekasan merupakan lembaga pemerintahan yang bergerak di bidang produksi
pembenihan ikan air tawar. BBI Pamekasan memiliki sarana dan prasarana yang
memadai dan cukup baik sehingga cocok digunakan sebagai tempat
melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) untuk mengetahui teknik pembenihan
ikan lele mutiara serta manajemen kualitas air selama proses pembenihan
berlangsung
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ELFIRA PUSPA SUGIANTI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN LELE MUTIARA; BALAI BENIH IKAN PAMEKASAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:21 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:51 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7051 |
