TRUNOJOYO-KP-33670-210341100074-Laporan PKL MBKM IKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Indonesia dikenal sebagai salah satu dari tiga negara terbesar dalam ekspor
udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di dunia setelah Thailand dan India.
Tahun 2021 tingkat produksi udang di Indonesia mencapai 1,21 juta ton dengan
nilai Rp79,21 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 9,20% dari tahun
sebelumnya yang mencapai 1,11 juta ton dengan nilai Rp66,53 triliun. Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat prestasi signifikan dalam pengembangan
induk udang vannamei yang unggul. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
yakin dapat mencapai target produksi udang nasional sebesar 2 juta ton pada tahun
2024, yang berpotensi mendorong pertumbuhan industri udang di Indonesia
(Gunarto et al, 2012).
Udang vannamei (Litopenaeus vannamei) adalah salah satu komoditas
perikanan unggul yang bernilai ekonomis. Udang vannamei dipilih karena memiliki
karateristik spesifik, yaitu memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap
perubahan kualitas air seperti suhu, pH dan salinitas. Laju pertumbuhan udang
vannamei relatif cepat dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. Udang
vannamei, dikenal dengan nama ilmiah Letopenaeus vannamei adalah varietas
udang yang berasal dari perairan Amerika dan pertama kali masuk ke Indonesia
pada tahun 2001 (Ariadi et al, 2020)
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM YONGKY ARIF PRATAMA |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Jenis Pakan Udang Vannamei; Litopenaeus Vannamei; Pakan Alami; Pakan Buatan; Frekuensi Pakan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:21 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:51 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7046 |
