MANAJEMEN KUALITAS AIR PADA PEMBENIHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI BALAI BENIH IKAN TEJA TIMUR PAMEKASAN

PUTRI ALFATIKA INDRIATI (2022) MANAJEMEN KUALITAS AIR PADA PEMBENIHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI BALAI BENIH IKAN TEJA TIMUR PAMEKASAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24467-190351100037-LAPORAN PKL-PUTRI ALFATIKA INDRIATI (190351100037).pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24467-190351100037-LAPORAN PKL-PUTRI ALFATIKA INDRIATI (190351100037).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Potensi perikanan budidaya nasional diperkirakan mencapai 15,59 juta
ha, dengan budidaya air tawar seluas 2,23 juta ha, budidaya air payau 1,22 juta
ha, dan budidaya air laut mencapai 12,14 juta ha. Pemanfaatan potensi perikanan
budidaya saat ini belum diketahui karena tingkat pengembangannya masih cukup
rendah. Peningkatan jumlah ikan nila yang dihasilkan membutuhkan tindakan
konkrit karena tingginya permintaan pasar baik di dalam maupun di luar negeri
terhadap ikan air tawar. Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu
jenis ikan yang banyak dibudidayakan di negara-negara Asia Tenggara karena
ikan nila termasuk ke dalam kategori ikan yang mudah dan sederhana untuk
dibudidayakan. Data yang didapatkan pada tahun 2018 jumlah produksi ikan nila
adalah 1.249.060,05 ton, pada tahun 2019 adalah 1.337.831,69 ton, dan pada
tahun 2020 adalah 367.747,10 ton. Data yang didapatkan pada tahun 2018, 2019,
dan 2020 menunjukkan bahwa ikan nila didapati mengalami peningkatan produksi
pada tahun 2018-2019 sebanyak 88.771,64 ton dan mengalami penurunan di
tahun 2020 sebanyak 970.084,59 ton (Amaliah et al., 2018).
Pesatnya perkembangan budidaya ikan air tawar di Indonesia, serta
inisiatif untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya, memerlukan jaminan
ketersediaan pasokan benih yang berkelanjutan, terutama benih ikan nila yang
dibudidayakan secara luas oleh masyarakat. Kelangkaan benih ikan menjadi
kendala peningkatan produksi dan penyiapan benih merupakan langkah awal
dalam membantu peningkatan usaha perikanan. Kualitas air yang baik merupakan
salah satu unsur yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dan
pertumbuhan ikan nila. Peran manajemen kualitas air sangat besar untuk kegiatan
budidaya, oleh karena itu manajemen kualitas air harus dilaksanakan, karena tidak
hanya untuk memberikan pasokan benih ikan yang baik dengan kualitas dan
keberlanjutan yang baik, tetapi juga menghemat waktu dan biaya dengan hasil
yang optimal (Sumarni, 2018).
Keadaan kualitas air harus sesuai dengan kebutuhan, karena air
merupakan media hidup bagi ikan dan sangat mempengaruhi akan kelangsungan
hidup dan perkembangan ikan nila. Ikan ini sangat digemari masyarakan sejak
diperkenalkan pada tahun 1970-an dan semakin populer, bahkan menjadi
komoditas utama budidaya perikanan. Perkembangan ikan nila di Indonesia cukup pesat, terlihat berdasarkan peningkatan produksi ikan nila dari tahun ke tahun.
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan yang sangat potensial dan
memiliki toleransi tinggi terhadap perubahan lingkungan perairan, sehingga perlu
adanya manajemen kualitas air dalam kegiatan budidaya ini sebagai affirmasi
bahwa kualitas air di dalam kolam tersebut baik (Athirah et al., 2013).
Monalisa Minggawati (2010) menyatakan bahwa ketersediaan air yang
digunakan untuk pemeliharaan pembenihan ikan nila (Oreochromis niloticus)
harus memenuhi persyaratan. Ikan nila memiliki kadar toleransi tinggi terhadap
perubahan kualitas air, tetapi perubahan kualitas air harus tetap diawasi dengan
baik. Kualitas air merupakan komponen vital untuk pertumbuhan ikan, sehingga
kualitas air yang kurang baik akan mengakibatkan pertumbuhan ikan nila menjadi

terganggu dan lambat. Suhu yang optimal untuk ikan nila berkisar antara 25°C-
30°C. Konsentrasi oksigen terlarut (DO) yang semakin banyak akan semakin

bagus bagi budidaya perairan, akan tetapi yang baik adalah antara 5-7 ppm. pH
air yang baik untuk budidaya ikan nila adalah antara 6-8,5 dengan kisaran optimum
7-8, dengan demikian kisaran derajat keasaman selama penelitian masih berada
dalam batas wajar. Kecerahan yang baik dan disukai oleh ikan nila adalah 20-
35cm.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
PUTRI ALFATIKA INDRIATI
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords IKAN NILA; BALAI BENIH IKAN TEJA TIMUR PAMEKASAN
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 13:20
Last Modified 24 Oct 2026 16:51
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7041

Actions (login required)

View Item
View Item