TRUNOJOYO-KP-24465-190351100072-LAPORAN PKL ASHMA ROBIATUL A.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Pelet merupakan pakan buatan yang berasal dari olahan beberapa bahan
pakan yang memenuhi nutrisi yang diperlukan. Pakan pelet mengandung sebesar
40% protein, 5% lemak, dan 30% karbohidrat. Pakan pelet Hi-Pro-Vite 781
merupakan pakan ikan floating (pakan apung) yang diformulasikan khusus untuk
kegiatan budidaya ikan lele. Pelet ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu
bahan baku yang digunakan berkualitas, memiliki nutrisi yang tinggi dengan
kandungan protein untuk pertumbuhan ikan lele, mempunyai atractant yang kuat
sehingga dapat merangsang nafsu makan ikan lele, dan mempunyai ukuran pakan
yang sesuai dengan bukaan mulut ikan. Pelet ini dibuat untuk meningkatkan daya
tahan tubuh ikan lele dan menghasilkan pertumbuhan yang maksimum serta
diproduksi di bawah pengawasan kontrol kualitas yang ketat untuk menjamin hasil
produk yang terbaik (Taunu, 2019).
Kegiatan budidaya perlu adanya pemeliharaan kualitas air untuk menjaga
keseimbangan biota dengan lingkungan sekitarnya. Pengelolaan kualitas air
dilakukan dengan cara mengamati parameter-parameter seperti suhu, pH, dan
oksigen terlarut (DO). Suhu air yang cocok untuk kegiatan budidaya ikan lele
berdasarkan Sunarma (2004) berkisar antara 22°C-34°C. Suhu yang semakin
tinggi dalam suatu perairan menyebabkan larutan oksigen di dalam perairan
menjadi semakin rendah dan daya racun menjadi semakin tinggi (Pramleonita et
al., 2018). Derajat keasaman yang baik untuk kegiatan budidaya ikan lele
berdasarkan Sunarma (2004) berkisar antara 6-9. Derajat keasaman pada
kegiatan budidaya ikan lele berdasarkan persyaratan SNI 7550: 2009 berkisar
antara 6,5-8,5.
Sunarma (2004) berpendapat bahwa kandungan oksigen terlarut yang cocok
untuk budidaya ikan lele adalah >1 mg/l. Khairuman dan Sudenda (2002)
berpendapat bahwa kandungan oksigen terlarut yang cocok untuk budidaya ikan
lele adalah 2-5 ppm. Kehidupan biota dalam air sangat bergantung pada mutu kualitas air karena keseimbangan cairan tubuh, ruang untuk bergerak, dan
kebutuhan respirasi. Kualitas air pada kegiatan budidaya seringkali terjadi fluktuasi
yang disebabkan oleh aktivitas yang dilakukan oleh biota itu sendiri maupun
lingkungan di sekitarnya. Faktor tersebut yang dapat mempengaruhi kualitas air
menjadi menurun sehingga menimbulkan gangguan fisiologis pada biota (Ervany
dan Abdul, 2013).
Balai Benih Ikan (BBI) Kabupaten Bangkalan merupakan sebuah balai
usaha milik Dinas Perikanan Bangkalan yang bergerak di bidang pembenihan dan
pembesaran ikan air tawar. Salah satu kegiatan yang dilakukan berfokus pada
pengaruh pakan pelet terhadap pertumbuhan ikan lele Mutiara yang dilakukan di
dalam media kolam. Praktik Kerja Lapang (PKL) merupakan kegiatan praktik
secara langsung yang dibimbing langsung oleh pembimbing lapang. Oleh karena
itu, perlu adanya kegiatan Praktik Kerja Lapang yang mengkaji tentang
pengukuran kualitas air dan pemberian pakan pelet untuk mendukung
keberhasilan kegiatan budidaya ikan lele.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ASHMA ROBIATUL ADZWIYAH |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | PELET; IKAN LELE MUTIARA; BALAI BENIH IKAN DINAS PERIKANAN KABUPATEN BANGKALAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:20 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:51 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/7039 |
