ANALISIS PARAMETER FISIKA DAN KIMIA DI KARAMBA TANCAP PEMBESARAN IKAN NILA HITAM (Oreochromis niloticus) DI BALAi BENIH IKAN, DINAS KELAUTAN PERIKANAN KABUPATEN PAMEKASAN

SITI JUHAIRIYAH (2022) ANALISIS PARAMETER FISIKA DAN KIMIA DI KARAMBA TANCAP PEMBESARAN IKAN NILA HITAM (Oreochromis niloticus) DI BALAi BENIH IKAN, DINAS KELAUTAN PERIKANAN KABUPATEN PAMEKASAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24448-190351100020-Fix_Laporan_PKL_Siti Juhairiyah_19351100020.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24448-190351100020-Fix_Laporan_PKL_Siti Juhairiyah_19351100020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Ikan nila merupakan komoditas perikanan air tawar yang berasal dari
Afrika. Berdasarkan sejarahnya, Ikan nila pertama kali didatangkan dari Negara
Taiwan ke Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (BPPAT) Bogor pada tahun 1969,
setelah masa adaptasi di Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (BPPAT) Bogor
selanjutnya ikan nila didistribusikan ke semua petani di Indonesia. Pakar
perikanan memutuskan bahwa nama ilmiah yang tepat untuk ikan nila adalah
Oreochromis niloticus atau Oreochromis sp. yang dalam bahasa Inggris dikenal
dengan “nile tilapia” (Fitria, 2012).
Jenis ikan yang sangat mudah dan banyak dibudidayakan untuk saat ini
adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Budidaya ikan nila lebih banyak digemari
karena ikan nila mudah dipelihara dengan proses pemeliharaan, pertumbuhan
dan reproduksinya yang relatif cepat. Ikan nila ini dapat disebut sebagai ikan yang
tahan terhadap hama dan penyakit. Pemeliharaan ikan nila dapat dilakukan di
kolam. Selain di kolam, ikan nila juga dapat dibudidayakan di media lain seperti
kolam air deras, sawah dan karamba tancap. Budidaya karamba tancap
merupakan budidaya dengan menggunakan jarring kantong berbentuk persegi
yang dipasang pada kerangka bambu atau kayu yang ditancap pada dasar
perairan pasangan kayu atau bambu ditancap rapat seperti pagar atau hanya
dibagian sudut kantong jaring (Akbar, 2001).
Namun, ada beberapa faktor yang dapat menghambat sebuah
keberhasilan dalam suatu usaha budidaya ikan nila. Salah satu masalah yang
utama ditemui dalam kegagalan suatu usaha budidaya ikan nila adalah
pengelolaan kualitas air selama masa pemeliharan. Pengelolaan kualitas air
adalah upaya untuk menjaga agar kondisi lingkungan yang berada dalam kisaran
yang sesuai untuk kehidupan dan pertumbuhan ikan dalam suatu budidaya perikanan yang diperlukan untuk mencegah terjadinya aktivitas manusia yang
berdampak buruk pada kualitas air budidaya ikan nila. Pengelolaan kualitas air
yang baik selama proses pemeliharaan mutlak diperlukan (Wiranto dan Hermida,
2010).
Parameter yang sering diukur dalam menentukan kualitas air dalam
budidaya ikan nila yaitu parameter fisika dan kimia. Akbar et al. (2020)
menyatakan parameter fisika merupakan parameter yang dapat diamati
berdasarkan perubahan fisika air seperti cahaya, suhu, kecerahan, kekeruhan,
warna, padatan tersuspensi dan padatan terlarut. Parameter kimia merupakan
parameter yang diuji dalam laboratorium untuk mengetahui kadar zat yang ingin
diketahui. Beberapa parameter kualitas air yang sering diukur dan mempengaruhi
tingkat pembesaran ikan nila adalah kecerahan, oksigen terlarut (DO), suhu, dan
pH (Wiranto dan Hermida, 2010).
Selain manajemen dan pengelolaan kualitas air yang baik, perlu dilakukan
manajemen pemberian pakan yang optimal dan baik. Pemberian pakan yang
optimal harus berdasarkan ukuran dan berat pada saat diberikan pakan.
Pemberian pakan setiap hari dapat ditentukan dengan persentase pakan (feeding
rate) yang dihitung dari berat rata rata ikan nila. Salsabila dan Hari (2018)
menyatakan bahwa apabila berat ikan nila berada pada kisaran 5-20 gram, maka
dosis pakan yang diberikan adalah 3%. Hal ini akan berpengaruh pada FCR
(Food Convertion Ratio).
Effendi (2003) menyatakan bahwa pertumbuhan pada ikan dapat diamati
berdasarkan nilai panjang dan berat. Nilai hubungan panjang dan berat
mencerminkan bentuk tingkat pertumbuhan. Pertumbuhan yang optimal harus
dengan pemberian pakan yang tepat. Jika kualitas air dan pakan yang diberikan
sesuai, maka respons pertumbuhan yang dihasilkan juga akan optimal. Hal ini
didukung oleh pernyataan Akbar et al. (2020) yang menyatakan apabila ikan
berada pada kondisi perairan yang optimal dan pemberian pakan yang sesuai, maka dapat menjadikan pertumbuhan ikan lebih optimal dan meningkat.
Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Pamekasan
merupakan Instansi pemerintah yang bergerak di bidang pembenihan dan
pembesaran ikan air tawar. Balai Benih Ikan ini berfokus pada kegiatan budidaya
pembenihan ikan air tawar yang dilakukan di kolam. Selain itu, juga dilakukan
kegiatan budidaya di karamba tancap yang diawali dengan persiapan karamba
tancap, pemupukan, penebaran benih, pemberian pakan, dan manajemen
kualitas air. Praktik Kerja Lapang (PKL) merupakan bentuk penyelenggaraan
kegiatan pendidikan dan pelatihan dengan bekerja secara langsung dengan
sistematik dengan pembimbing lapang. Oleh karena itu, perlu diadakannya
kegiatan Praktik Kerja Lapang dengan kajian “Analisis parameter fisika dan kimia
di karamba tancap pembesaran ikan nila hitam (oreochromis niloticus)”

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
SITI JUHAIRIYAH
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords KARAMBA TANCAP; IKAN NILA HITAM; BALAi BENIH IKAN, DINAS KELAUTAN PERIKANAN KABUPATEN PAMEKASAN
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 13:13
Last Modified 24 Oct 2026 16:50
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6982

Actions (login required)

View Item
View Item